terdapat sejumlah penyimpangan. Salah satunya terkait penunjukan mitra yang tidak sesuai ketentuan karena memiliki afiliasi dengan internal BGN.
Selain itu, penyidik juga menemukan dugaan penggelembungan harga dalam sejumlah pengadaan barang yang mendukung program tersebut.
Adapun rincian pengadaan yang menjadi sorotan antara lain 21.801 unit motor listrik senilai Rp1,03 triliun, 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet, serta 5.400 unit televisi berukuran 75 inci.
Hingga saat ini, proses pendalaman kasus masih terus berlangsung guna menelusuri aliran dana serta pihak-pihak lain yang berpotensi terlibat dalam perkara tersebut.
(SUR)















