Jakarta, HALOBANTEN.COM – Persaingan dalam bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar ke-35 kini mulai menghangat. Sejumlah nama tokoh besar bermunculan untuk memperebutkan posisi tertinggi di organisasi Islam terbesar ini. Katib Syuriah PBNU Sarmidi Husna mengonfirmasi bahwa banyak figur potensial telah masuk radar dan bahkan mulai mendeklarasikan diri.
Beberapa nama yang mencuat antara lain petahana Yahya Cholil Staquf serta Wakil Ketua Umum PBNU Kiai Zulfan Mustofa. Selain itu, muncul pula tokoh pesantren seperti Gus Yusuf Khudhori, Gus Salam Shohib, dan Ketua PWNU Jateng Gus Rozin.
Sarmidi menjelaskan bahwa seluruh kandidat memiliki kesempatan yang sama untuk maju dalam pemilihan. Peluang tersebut juga berlaku bagi Menteri Agama Nasaruddin Umar apabila sang menteri sanggup memenuhi syarat AD/ART organisasi. Pihak PBNU mempersilakan semua tokoh yang memenuhi kriteria untuk ikut meramaikan forum tertinggi warga Nahdliyin tersebut.
Oleh karena itu, dinamika pemilihan hingga saat ini masih berjalan secara terbuka tanpa adanya tarik-menarik kepentingan. Forum Muktamar nanti yang akan menentukan nasib para kandidat serta arah kepemimpinan organisasi untuk periode mendatang.
Mekanisme Pemilihan dan Kriteria Pemimpin
Selanjutnya, peserta Muktamar memegang kendali penuh untuk membahas dan menyepakati mekanisme pemilihan ketua baru. Mekanisme tersebut bisa tetap menggunakan sistem suara pengurus cabang atau berubah sesuai kesepakatan forum tertinggi.
Sarmidi mengingatkan para pemilik suara agar cermat dalam menyaring nama-nama dalam bursa calon Ketua Umum PBNU tersebut. Organisasi memerlukan sosok pemimpin yang dekat dengan umat sekaligus berani mengkritisi kebijakan pemerintah jika kurang tepat. Pengurus cabang dan wilayah wajib menganalisis kebutuhan organisasi secara mendalam sebelum menjatuhkan pilihan mereka.
(SUR)

























