Tokoh Tangsel Uten Sutendy: Rombak dan Revisi Semua RAB APBD Tangerang Selatan 2026!

Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Tokoh Tangerang Selatan (Tangsel) Uten Sutendy menyarankan agar Pemkot Tangsel merombak dan merevisi Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 dan seterusnya.

Menurut Uten, perlu adanya perombakan dan revisi pada RAPBD Tangsel 2026 dan seterusnya dengan melakukan penghematan di semua lini anggaran tidak perlu.

Termasuk merevisi atau menghapus segala jenis tunjangan anggota dewan yang gak perlu. Hal ini untuk menghindari pemborosan dan segala sesuatu yang dapat berpotensi bocor masuk ke kantong oknum aparat.

BACA JUGA

“Rombak dan revisi semua RAB APBD untuk tahun 2026 dan seterusnya,” kata Uten, Rabu (24/9/2025).

Sekarang, sambung Uten, jika Pemkot Tangsel ingin nyaman dan aman ke depan maka harus berani melakukan langkah tersebut.

Langkah lainnya selain merombak dan merevisi, Pemkot Tangsel juga harus mengubah mindset (cara berfikir) semua organisasi perangkat daerah (OPD) fokus melayani masyarakat, bukan lagi fokus menguasai APBD.

Langkah berikutnya adalah evaluasi semua OPD yang tidak efektif bekerja tanpa pandang bulu.

“Kalau perlu ganti atau pecat,” tegasnya.

Pemkot Tangsel juga harus meningkatkan pengawasan distribusi dan sirkulasi dana APBD dengan mengefektifkan kinerja tim pengawas dan jika perlu gunakan jasa auditor luar (independent).

Lalu, evaluasi dan revisi lagi daftar rekanan yang tidak berkualitas dan berpotensi menimbulkan kebocoran anggaran.

Uten Kritik Dinas Pariwisata: Hasilnya Gak Ada?

Sementara, terkait penjelasan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie yang menjawab sejumlah kejanggalan seperti diungkap oleh Leony, seorang artis yang tinggal di Tangsel, Uten mengatakan bahwa penjelasan boleh saja tapi menurutnya hal itu sama sekali tidak atau belum menjawab persoalan dasar.

“Mengapa anggaran bisa sebesar itu? Bagaimana bisa anggaran makan RSUD sampai Rp66 miliar? Perjalanan dinas dan promosi wisata sampai Rp117 miliar bagaimana mungkin? Perjalanan dinas macam apa?” tanya Uten.

Dia merasa heran apakah semahal itu biaya hotel dan pesawat untuk keliling Nusantara? Apa masih penting program perjalanan dinas semahal itu?

Promosi wisata seperti apa, hasilnya juga gak ada? “Dinas pariwisata Tangsel gak ada kerjaan kok?!” cetus tokoh budayawan Tangsel ini.

Dia juga mempertanyakan obyek wisata apa yang sedang Dispar kembangkan. Termasuk pelatihan dan Bimtek macam apa yang bisa menelan anggaran cukup mahal.

“Gak ada kan?! Yang ada cuma seremoni dan jalan-jalan!?” jelasnya.

Jadi, lanjut dia, penjelasan walikota belum dan bukan jawaban, kecuali walikota merevisi semua anggaran yang terkesan tidak logik alias boros. Kemudian mengalihkannya untuk pelayanan publik bagi masyarakat yang membutuhkan.

(Jek/Red)

BERITA LAINNYA