HALOBANTEN, – Provinsi Banten, yang terkenal dengan keindahan garis pantainya, terus berupaya meningkatkan kualitas sektor pariwisatanya. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Ni Luh Djelantik, menekankan pentingnya peran aktif pelaku wisata dan Balawista dalam menjaga keamanan, kebersihan, serta memberikan edukasi kepada wisatawan terkait protokol keselamatan.
Dalam kunjungannya ke Banten, Ni Luh Djelantik menyatakan, “Edukasi kepada wisatawan merupakan hal yang krusial. Kita tidak hanya bertindak reaktif, tetapi juga proaktif dalam memberikan informasi yang diperlukan.”
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penerapan standar CHSE (Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan) di seluruh destinasi wisata. Ni Luh Djelantik mendorong pengelola wisata untuk menjaga kebersihan fasilitas, khususnya toilet umum, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan wisatawan.
“Sertifikasi CHSE yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata harus diimplementasikan secara optimal. Kita juga menggalakkan program Gerakan Wisata Bersih untuk memastikan kebersihan di seluruh area wisata,” tambahnya.
Ni Luh Djelantik juga mengajak Balawista dan pelaku pariwisata untuk bekerja sama dalam mencegah praktik pungutan liar yang dapat merusak citra pariwisata Banten. Kolaborasi yang kuat diharapkan dapat menciptakan pengalaman wisata yang positif bagi para pengunjung.
Peninjauan Destinasi Utama Banten
Setelah menghadiri Rapat Siaga Wisata Provinsi Banten, Ni Luh Djelantik melanjutkan kunjungan kerjanya ke Pantai Pandan Carita dan Pelabuhan Merak. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan layanan dan fasilitas di kedua lokasi tersebut, yang merupakan destinasi penting di Banten.
“Pantai Carita adalah salah satu destinasi favorit, terutama saat libur Lebaran. Sementara itu, Pelabuhan Merak merupakan pintu gerbang penting yang menghubungkan Jawa dan Sumatra,” jelas Ni Luh Djelantik.
Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan optimisme terhadap potensi sektor pariwisata sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat. Ia mendorong Dinas Pariwisata Banten dan pihak terkait untuk berinovasi dan memanfaatkan potensi alam Banten secara optimal.
“Kita harus berinovasi dan bekerja sama untuk mengembangkan pariwisata Banten, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Andra Soni.
Dalam kunjungan ini, Ni Luh Djelantik didampingi oleh Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Florida Pardosi. (*/kemenpar)















