Warga Pondok Kacang Timur Tangsel Bongkar Peredaran Obat Terlarang, Ratusan Pil Koplo Disita

Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Peredaran narkoba dan minuman beralkohol semakin meresahkan. Bahkan warung dan toko sembako, kosmetik, serta kelontongan pun banyak yang menjualnya secara sembunyi-sembunyi. Kondisi ini membuat warga semakin cemas dan geram.

Saking kesalnya, warga Jalan Haji Sarmah RT 02 RW 07, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) Banten, menggerebek toko yang mereka curigai menjual obat terlarang, Selasa malam lalu. Aksi berani ini menunjukkan puncak dari kecurigaan warga yang sudah memantau aktivitas mencurigakan warung tersebut selama lebih dari satu tahun.

Penggerebekan terjadi setelah warga memperhatikan perubahan perilaku sejumlah remaja di sekitar lokasi sejak warung tersebut beroperasi. Para remaja sering berkumpul hingga larut malam dan memperlihatkan tanda-tanda perilaku mencurigakan. Warga pun mengambil inisiatif pengawasan mandiri dan menemukan dugaan kuat peredaran obat-obatan berbahaya.

BACA JUGA

Saat penggerebekan, warga membuka paksa pintu warung yang tertutup rapat. Mereka melakukan penyisiran ke seluruh bagian ruangan. Hasilnya, warga menemukan ratusan butir obat daftar G, meliputi Heximer dan Tramadol, yang tersimpan dalam beberapa kotak kecil.

Penjual Toko Kabur

Barang bukti tersebut langsung warga amankan untuk kemudian mereka laporkan kepada pihak berwenang. Sayangnya, penjual yang terduga menjadi pengedar obat ilegal berhasil melarikan diri saat warga tengah sibuk mencari barang bukti di dalam warung.

Lurah Pondok Kacang Timur, Murtado, membenarkan peristiwa tersebut. Jelasnya, lapak penjual obat keras daftar G atau pil koplo ini berkedok sebagai toko kosmetik dan parfum.

“Jualan obat terlarang berkedok toko parfum dan lain sebagainya,” kata Murtado di lokasi perkara, Kamis (13/11/2025).

Ia menambahkan, kecurigaan warga meningkat saat anak-anak warga sekitar mulai menunjukkan perilaku aneh. Warga bersama pengurus RT dan RW, serta kepolisian, langsung melakukan penggerebekan. Di toko tersebut warga dan aparat mendapati kemasan pil koplo dalam bungkus rokok, dan di dalam kamar terdapat banyak kemasan strip pil koplo siap edar.

Identitas Pelaku Sudah Kantongi

Murtado mengatakan, meskipun penjaga toko berhasil kabur, identitasnya sudah terdeteksi.

“Kebetulan pedagangnya saat gerebek ada, jadi pada saat gerebek ada dia sudah kami minta KTP-nya cuman masyarakat fokus dengan obat-obatnya. Sehingga dia menyelinap kabur tapi KTP sudah warga, amankan,” terang Murtado.

Obat-obatan keras tersebut meliputi Tramadol dan Hexymer. Barang bukti tersebut warga serahkan ke Mapolsek Pondok Aren.

Seorang warga mengungkapkan, penggerebekan ini demi menjaga lingkungan dari dampak buruk penyalahgunaan obat terlarang yang banyak menyasar remaja. Warga sudah berkali-kali mencoba menegur, namun aktivitas mencurigakan terus berlanjut.

“Kami sudah lama curiga. Remaja di sini banyak yang berubah sikap sejak warung itu buka. Makanya kami sepakat melakukan penggerebekan,” ungkap salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut.

Kini, warga berharap aparat kepolisian segera bertindak cepat menindaklanjuti kasus ini dan menangkap pelaku utama yang kabur. Mereka juga meminta agar peredaran obat ilegal di wilayah Pondok Aren diberantas tuntas agar tidak kembali merusak generasi muda.

(*/RED)

BERITA LAINNYA