Serpong, HALOBANTEN.COM – Tujuh isu strategis tata ruang Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi topik pembahasan dalam Konsultasi publik II Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Tangerang Selatan Tahun 2022-2042.
Konsultasi Publik dihadiri langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, di Swiss-Belhotel, Serpong, Rabu (5/10).
Ada tujuh isu strategis yang disampaikan Benyamin Davnie. Antara lain mengenai banjir, kemacetan, persampahan, pertumbuhan tata ruang usaha, ruang terbuka hijau, potensi pariwisata dan ruang untuk investasi.
Benyamin Davnie menerangkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan amanat tata ruang, cipta kerja dan peraturan daerah tentang rencana tata ruang daerah.
Maka Pemkot Tangerang Selatan menyusun Rencana Detail Tata Ruang atau RDTR wilayah perencanaan Kota Tangerang Selatan sebagai perangkat operasional yang menjadi dasar dalam pemanfaatan ruang.
“Hal itu untuk mendukung berusaha dan peningkatan investasi, serta pelaksanaan perizinan yang tersentralisasi melalui sistem OSS di Tangerang Selatan,” terang Benyamin Davnie.
Dalam penyusunannya ini, kata Benyamin Davnie, terdapat beragam isu strategis sekaligus tantangan yang harus dipikirkan bersama dalam forum Konsultasi Publik RDTR kali ini.
Seperti halnya permasalahan klasik yang masih menghantui masyarakat Kota Tangerang Selatan, yakni banjir, kemacetan dan persampahan.
“Melalui RDTR ini diharapkan dapat menjawab isu-isu strategis kota Tangerang Selatan yang menjadi tantangan dan potensi pembangunan, antara lain persoalan banjir, kemacetan, persampahan, ketersediaan ruang terbuka hijau, pertumbuhan usaha skala mikro dan kecil atau ekraf, potensi pariwisata, serta ruang untuk investasi,” papar Benyamin Davnie.















