Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Ketegangan antar organisasi masyarakat (ormas) pecah di Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, pada Selasa malam (5/11/2024).
Insiden ini mengakibatkan satu posko ormas ludes terbakar dan sejumlah warga menjadi korban.
Pantauan halobanten.com di lokasi, sebelum lakukan perusakan dan pembakaran posko milik salah satu Ormas di Muncul, salah satu kelompok Ormas dengan mengendarai belasan motor datang dari arah Pamulang menuju Perempatan Muncul Kecamatan Setu.
Mereka membawa benda seperti kayu, bambu, besi dan benda lainnya konvoi motor menuju Muncul.
Sesampainya di Perempatan Muncul, mereka langsung mengamuk merusak posko salah satu Ormas. Kemudian kelompok pemotor yang tidak mengenakan seragam Ormas ini membakar posko tersebut.
Usai lakukan perusakan dan pembakaran Posko, mereka berkumpul di tengah jalan dekat full bus atau dekat minimarket.
Aksi sekelompok pemotor ini sempat membuat arus lalu lintas tersendat.
Para pengendara roda dua dan roda empat juga resah dan panik lantaran khawatir kendaraannya dirusak oleh kelompok yang diduga dari salah satu Ormas tersebut.
Setelah beberapa saat berkumpul, mereka kemudian pergi melaju ke arah Pamulang.
Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, peristiwa bermula sekitar pukul 19.20 WIB ketika sekelompok orang, diperkirakan berjumlah 80 orang, tiba-tiba menyerang posko ormas di perempatan Muncul.
Mereka melakukan perusakan secara brutal dan membakar posko tersebut.
Pihaknya menerima laporan dari pelapor yang juga saksi mata yang berada di lokasi Posko, terpaksa menyelamatkan diri karena jumlah penyerang sangat banyak.
Tidak hanya posko, warung yang berada di dekat lokasi kejadian juga turut menjadi sasaran amuk massa.
Kerugian materi pun dialami pemilik warung, termasuk hilangnya telepon genggam.
Hingga kini, motif di balik bentrok antar ormas tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Polres Tangerang Selatan dan Polsek Cisauk telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan dan upaya mediasi agar situasi tidak semakin memanas.
“Kami akan memproses semua pihak yang terlibat dalam kerusuhan ini sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Ade Ary.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak kepolisian telah mengerahkan personel Brimob bersenjata lengkap untuk menjaga keamanan di lokasi kejadian.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Mari kita jaga bersama keamanan dan ketertiban di wilayah Tangerang Selatan,” pungkas Ade Ary. (Jarkasih)















