Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Dalam upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah inovatif.
Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Pemkot Tangsel bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel untuk menyusun buku nasihat yang berisi panduan dari tokoh agama lintas kepercayaan.
Buku ini diharapkan menjadi referensi bagi para tokoh agama dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan kekerasan kepada jemaah mereka. Kepala DP3AP2KB Tangsel, Cahyadi, menjelaskan bahwa upaya sosialisasi dan penyuluhan yang telah dilakukan sebelumnya belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin mengkhawatirkan. Kita perlu melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, untuk bersama-sama memerangi masalah ini,” tegas Cahyadi.
Senada dengan Cahyadi, Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, Ahmad Rifaudin, juga menekankan pentingnya peran agama dalam mencegah kekerasan.
Menurutnya, tidak ada satu pun agama yang membenarkan tindakan kekerasan.
“Agama mengajarkan kita untuk saling menghormati dan melindungi. Dengan memperkuat nilai-nilai agama, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan,” ujar Rifaudin.
Buku nasihat ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tangsel.
Dengan melibatkan tokoh agama, diharapkan pesan pencegahan kekerasan dapat lebih efektif disampaikan kepada masyarakat. (Jarkasih)















