Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, melakukan kunjungan ke SDN Lengkong Gudang di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.
Kedatangannya untuk memantau pelaksanaan program pemerintah yang memberikan makanan bergizi secara gratis kepada anak-anak sekolah dasar.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak di Indonesia.
“Pada hari ini, kami melakukan peninjauan terkait program makan bergizi yang dimulai serentak pada 6 Januari lalu. Program ini bertujuan untuk memberikan asupan gizi yang tepat bagi anak-anak di sekolah dasar,” ujar Todotua Pasaribu.
Selama kunjungan, Todotua memantau proses distribusi makanan bergizi kepada para siswa, serta memastikan bahwa makanan yang disajikan memenuhi standar gizi dan kebersihan.
Para siswa menyambut dengan antusias, menikmati makanan yang disediakan.
“Setelah memeriksa, saya dapat memastikan bahwa kemasan dan menu yang disajikan memenuhi standar yang telah ditetapkan. Program ini sangat penting bagi masa depan generasi muda Indonesia,” tambahnya.
Program makan bergizi gratis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan generasi yang sehat dan produktif.
Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan fokus belajar anak-anak yang menerima asupan gizi yang cukup.
Todotua Pasaribu menambahkan bahwa masyarakat sekitar turut berperan dalam pelaksanaan program ini, termasuk di SDN Lengkong Gudang yang menjadi salah satu sekolah penerima manfaat.
Program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pihak sekolah.
Adita Irawati Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
Pada kesempatan yang sama, Adita Irawati, Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Komunikasi Publik, juga mengunjungi SDN Lengkong Gudang untuk mengevaluasi pelaksanaan program makan bergizi gratis.
Program ini bertujuan untuk mengurangi angka stunting dan malnutrisi pada anak-anak.
“Program ini sangat mulia. Kami berupaya mengurangi stunting dan malnutrisi dengan memberikan makanan bergizi gratis kepada anak-anak,” ungkap Adita.
Adita menjelaskan bahwa ini merupakan kali pertama program ini dilaksanakan di Indonesia.
Meskipun begitu, ia menyebutkan ada beberapa aspek yang perlu disempurnakan untuk meningkatkan efektivitas program, seperti variasi menu yang disesuaikan dengan kondisi daerah, penjadwalan distribusi makanan yang lebih fleksibel, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
“Ke depannya, kami berharap program ini dapat diperluas untuk menjangkau lebih banyak anak-anak di berbagai daerah, dan melibatkan lebih banyak pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan makanan,” ujar Adita.
Adita mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah positif dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia, dengan harapan mereka tumbuh sehat dan cerdas.
Program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak.
Reporter : Alif Azhar
Redaktur : Jek Jarkasih























