Serang, HALOBANTEN.COM — Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di Provinsi Banten hingga akhir 2025 mencatatkan hasil positif. Jajaran pimpinan Kementerian Keuangan Satu Regional Banten melaporkan capaian penerimaan negara, belanja, hingga pengelolaan aset yang berada pada jalur optimal sepanjang tahun anggaran 2025.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Banten, Lisbon Sirait, menyatakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tumbuh 9,80 persen hingga 31 Desember 2025.
Realisasi PNBP mencapai 149,15 persen dari target, melampaui capaian nasional sebesar 104 persen. Kinerja tersebut bertumpu pada pendapatan layanan pertanahan, jasa kepelabuhanan, paspor, pendidikan, serta pelayanan rumah sakit.
Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai 96,28 persen dari target, meski secara tahunan mengalami kontraksi 2,5 persen.
Belanja Transfer ke Daerah (TKD) menyumbang porsi terbesar sebesar Rp18,72 triliun atau 97,61 persen dari target. Adapun belanja kementerian dan lembaga terealisasi Rp9,19 triliun atau 93,67 persen.
Belanja pegawai dan bantuan sosial menunjukkan pertumbuhan positif. Sebaliknya, belanja barang dan belanja modal masing-masing turun 33,27 persen dan 3,01 persen, seiring berakhirnya rangkaian Pemilu 2024 serta penerapan kebijakan efisiensi anggaran.
Transfer ke Daerah dan Hibah Tetap Menguat
Penyaluran TKD sepanjang 2025 tumbuh 4,72 persen. Dana Alokasi Umum, Dana Bagi Hasil, serta DAK Non Fisik mencatatkan kinerja positif. Kontraksi pada DAK Fisik, Dana Desa, dan insentif fiskal terjadi akibat penurunan pagu serta evaluasi kebijakan penyaluran.
Selain itu, satuan kerja vertikal menerima 76 paket hibah dengan nilai Rp420,63 miliar. Pemanfaatan hibah tersebut menopang program pada Kementerian Agama, Polri, Kejaksaan Agung, serta Mahkamah Agung.
Pada level daerah, pendapatan APBD Provinsi Banten tumbuh 3,32 persen hingga akhir 2025, sementara belanja daerah turun 4,47 persen. TKD menyumbang Rp18,72 triliun atau 48,25 persen dari total pendapatan daerah.
(Jar Kasih)















