Tangerang, HALOBANTEN.COM – Pemeliharaan jalan Kabupaten Tangerang terus menjadi prioritas Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Banten. Melalui tim UPTD Jalan dan Jembatan (JJ), pemerintah daerah mempercepat perawatan ruas jalan pada berbagai wilayah guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan pengiriman logistik.
Sekretaris DBMSDA Kabupaten Tangerang, Endang Sukendar mengungkapkan, perawatan jalan berlangsung melalui langkah cepat berupa tambal sulam (patching). Penanganan berlangsung pada sejumlah titik kerusakan pada akses lingkungan, kawasan permukiman, hingga jalur penghubung antar kecamatan.
“Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kualitas infrastruktur agar tetap aman, nyaman, dan layak,” ungkap Endang.
Selain meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, kondisi infrastruktur yang baik juga berperan penting dalam mengurangi hambatan perjalanan dan meningkatkan keselamatan berkendara. Karena itu, DBMSDA terus memperkuat pemeliharaan secara bertahap dan berkelanjutan.
Sejumlah ruas jalan yang memperoleh penanganan tersebar di 29 kecamatan pada delapan wilayah kerja UPTD Jalan dan Jembatan.
Endang menegaskan perawatan jalan akan terus berlanjut guna memastikan aksesibilitas masyarakat tetap terjaga pada seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.
DBMSDA Fokus Normalisasi Sungai dan Kolam Retensi
Selain memperkuat infrastruktur jalan, DBMSDA Kabupaten Tangerang juga meningkatkan upaya pengendalian banjir melalui program normalisasi sungai, pembangunan kolam retensi, serta penyediaan rumah pompa pada kawasan rawan genangan.
Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansah, menjelaskan penanganan banjir mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang menitikberatkan aspek konservasi, pendayagunaan, dan pengendalian daya rusak air.
Penanganan banjir berlangsung secara terpadu dan berkelanjutan. Salah satu fokus utama yakni meningkatkan kapasitas tampung sungai serta mengurangi genangan pada kawasan permukiman.
Menurutnya, Kabupaten Tangerang berada pada dua wilayah sungai besar, yakni Wilayah Sungai Ciliwung–Cisadane dan Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian yang pengelolaannya berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
Karena itu, Pemkab Tangerang terus memperkuat kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, BBWS Cidanau-Ciujung-Cidurian, serta Pemerintah Provinsi Banten guna mempercepat normalisasi dan pengerukan sungai.
Normalisasi Sungai Cirarab dan Rumah Pompa Tekan Genangan
Saat ini, normalisasi Sungai Cirarab pada wilayah Kecamatan Pasar Kemis dan Kecamatan Sepatan masih berlangsung. Kegiatan tersebut mencakup pengerukan sedimentasi serta pelebaran badan sungai untuk memperlancar aliran air menuju muara.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengembangkan kolam retensi dan sistem pompa air pada sejumlah titik yang kerap mengalami genangan, seperti Bencongan, Binong, Curug, Cibadak, dan kawasan pusat pemerintahan Tigaraksa.
Pembangunan kolam retensi berlangsung secara bertahap hingga tahun 2028 karena membutuhkan dukungan anggaran yang cukup besar. Saat ini, proses pembangunan kolam retensi kawasan Sudirman dan Cibadak masih berjalan.
“Keberadaan tandon dan pompa air berpotensi memangkas durasi genangan secara signifikan,” jelas Iwan.
Dengan adanya tandon dan pompa, genangan yang sebelumnya mencapai empat hingga lima jam dapat berkurang menjadi sekitar satu sampai dua jam.
Sebagai tambahan, Pemkab Tangerang telah mengoperasikan sejumlah rumah pompa pada kawasan Pasar Kemis, Kali Sabi, dan Sungai Cirarab. Sebanyak tujuh unit pompa banjir berkapasitas 180 meter kubik per jam juga tersebar pada beberapa kecamatan yang rentan mengalami genangan saat curah hujan tinggi.
(ADV)















