Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Pemerintah Kota Tangerang Selatan masih membuka kemungkinan memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan keputusan tersebut bergantung pada perkembangan penyebaran abu vulkanik.
Pemerintah mengambil keputusan tersebut setelah menerima laporan dan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kemarin malam kami rapat. Dinas Pendidikan, BPBD dengan kami, kita putuskan karena memang dari laporan dan data yang kami terima dari BMKG masih terjadi penyebaran abu vulkanik,” kata Benyamin.
Benyamin sengaja menerapkan PJJ selama satu hari agar pemerintah dapat melakukan evaluasi.
Ia ingin memperoleh data terbaru sebelum menentukan kebijakan berikutnya.
“Kenapa satu hari? Karena saya ingin dapat data lagi dan kita evaluasi lagi nanti sore,” ujarnya.
Menurut Benyamin, pemerintah menerima data dari BMKG minimal dua kali dalam sehari. Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebijakan pembelajaran.
Jika data menunjukkan penyebaran abu masih berlangsung, Pemkot Tangsel dapat memperpanjang PJJ.
Benyamin mengatakan kondisi hingga hari ini masih menunjukkan adanya penyebaran.
Karena itu, pemerintah kembali mempertimbangkan pelaksanaan PJJ.
“Kemungkinan memang masih akan kita berlakukan lagi PJJ,” katanya.
Abu Vulkanik Masih Menempel di Sejumlah Lokasi
Benyamin mengatakan pemerintah tidak hanya melihat keberadaan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Pemerintah juga memperhatikan abu yang sudah menempel di berbagai permukaan.
Abu tersebut masih terdapat pada genteng, pepohonan, daun, dan kendaraan.
Angin dapat membawa kembali abu tersebut sehingga penyebarannya kembali meluas.
“Walaupun sudah tidak ada lagi abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau, tapi sekarang dan kemarin abu vulkaniknya itu ada di genteng, ada di pohon-pohonan, ada di daun, ada di mobil,” ujar Benyamin.
Karena itu, pemerintah akan membahas penyisiran dan penyiraman fasilitas umum.
Pemkot Tangsel ingin mengurangi abu vulkanik yang masih menempel di sejumlah lokasi.
Benyamin akan membahas langkah tersebut bersama Wakil Wali Kota dan perangkat daerah terkait.
Selain itu, Pemkot Tangsel juga memantau cakupan wilayah yang terdampak.
Benyamin memperkirakan seluruh kecamatan di Tangsel terdampak penyebaran.
“Sepertinya memang Tangerang Selatan seluruh kecamatan terdampak abu vulkanik ini,” ujarnya.
Sementara itu, Pemkot Tangsel belum menerapkan kebijakan Work From Home atau WFH bagi ASN.
Benyamin mengatakan pemerintah masih mempertahankan aktivitas pelayanan publik.
“Belum, belum, belum,” katanya saat menjawab pertanyaan mengenai WFH bagi ASN.
Menurut Benyamin, pemerintah memiliki pertimbangan berbeda antara anak-anak dan orang dewasa.
Ia mengatakan anak-anak memiliki aktivitas dan mobilitas yang tinggi.
Kondisi tersebut membuat pemerintah memilih PJJ sebagai langkah perlindungan.
“Yang pertama, aktivitas mereka tinggi. Yang kedua, anak-anak ini,” ujarnya.
Pemkot Tangsel menerapkan PJJ mulai tingkat PAUD.
Sementara itu, tingkat SMA mengikuti kebijakan dari Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan Provinsi.
Benyamin juga mengatakan penggunaan masker dapat membantu melindungi orang dewasa.
“Kalau sebetulnya kalau kita-kita pakai masker, itu relatif aman buat orang dewasa,” katanya.
Karena itu, pemerintah belum memiliki alasan untuk menghentikan pelayanan publik.
“Masih tetap berjalan dan harus terus berjalan,” tegasnya.
Pemkot Tangsel Pantau ISPA dan Abu Vulkanik
Selain memantau data BMKG, Pemkot Tangsel juga akan memantau kondisi kesehatan warga.
Benyamin meminta data dari puskesmas dan fasilitas kesehatan pemerintah.
Ia ingin mengetahui perkembangan kasus ISPA di tengah kondisi abu vulkanik.
“Saya ingin dapat data juga dari Puskesmas dan dari faskes kita, ini seberapa besar ISPA-nya. Ini juga akan menjadi bahan evaluasi kita,” ujarnya.
Benyamin juga mengingatkan masyarakat bahwa abu vulkanik berbeda dengan debu biasa.
Menurut dia, partikel abu vulkanik sangat tajam sehingga dapat membahayakan kesehatan warga.
“Setipis apa pun, karena informasinya adalah ini adalah partikel yang sangat tajam, beda dengan abu tanah biasa, maka ini cukup membahayakan bagi kesehatan warga,” katanya.
Pemkot Tangsel juga telah menyebarkan imbauan kepada masyarakat melalui flyer.
Pemerintah berharap masyarakat tetap memperhatikan kondisi lingkungan selama abu vulkanik masih menyebar.
(LIF)

























