Kota Tangerang, HALOBANTEN.COM – Cegah stunting, Dinas Kesehatan Kota Tangerang menggulirkan program “Gerakan Serentak Untuk Anak Tangerang Sehat dan Cerdas” (Gertak Tangkas) di 1.097 posyandu yang tersebar di 104 kelurahan dan 13 kecamatan se-Kota Tangerang.
Dalam kegiatan tersebut, hingga 10 Juni 2024 pukul 15.07 WIB tercatat sebanyak 32 ribu anak yang sudah di skrining atau 40 persen dari target 80 ribuan anak di Kota Tangerang.
“Sudah 40 persen anak di Kota Tangerang datang ke posyandu untuk di skrining kasus stunting dan TBC,” kata Pelaksana Harian (Plh) Dinkes Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, Selasa (11/6/2024).
Angka tersebut, lanjutnya, masih akan terus bertambah, mengingat pelaksanaan skrining kasus stunting terus berlangsung selama satu bulan penuh (Juni) di seluruh posyandu.
Ia juga menjelaskan, secara angka, capaian per kecamatan yang paling masif adalah Kecamatan Ciledug dengan target 7.376 anak dan sudah 3.766 anak di skrining atau 51 persen dari target.
Kedua, tambahnya, Kecamatan Periuk dengan target 5.990 anak sudah 2.857 anak di skrining atau 47,7 persen.
Ketiga sambungnya, Kecamatan Larangan, dari target 5.990 anak sudah 2.857 anak telah di skrining atau 47,7 persen dari target.
“Secara data, semua kecamatan terus berprogres dan terus bertambah setiap harinya,” ujarnya.
100 Persen Anak di Kota Tangerang Datang ke Posyandu
Bahkan, ungkap Mugiya, Pemkot Tangerang memastikan, pada Juni 2024 ini, 100 persen anak di Kota Tangerang datang ke posyandu, untuk diukur pertumbuhannya, baik berat badan, panjang atau tinggi badan.
kemudian data tersebut, katanya, di imput ke dalam aplikasi SiData dan e-PPGBM.
Lebih jauh, Mugiya menjelaskan, anak-anak yang terindikasi stunting akan terlihat.
Dan pihaknya bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait akan melakukan intervensi khusus pada anak-anak tersebut.
“Harapannya, adalah tidak ada lagi anak-anak di Kota Tangerang yang terlambat mendapatkan penanganan,” paparnya.
Adapun tren prevalensi stunting pada balita di Kota Tangerang terus mengalami penurunan, dari tahun 2018 di angka 19,1 persen menjadi 11,8 persen di tahun 2022.
Kenaikan terjadi pada tahun 2023 dengan angka 17,6 persen, meskipun masih di bawah angka Provinsi Banten yaitu 24 persen dan nasional di 21,5 persen. (Cak)






















