Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, pada Selasa (07/10/2025), siang. Dampak cuaca ekstrem ini menyebabkan kerusakan serius pada sejumlah bangunan, menumbangkan puluhan pohon, dan merobohkan papan reklame di berbagai lokasi.
Islamic Center Tangsel yang berlokasi di kawasan BSD City, Kecamatan Serpong, mengalami kerusakan signifikan. Angin kencang menerobos masuk ke area bangunan, mengakibatkan sebagian plafon ambruk sekitar pukul 13.20 WIB. Material plafon gipsum putih beserta kerangka baja ringan roboh, menyisakan kabel-kabel dan tiang penyangga yang menggantung di area seluas kurang lebih 50 meter persegi.
Menurut Erwin, marbot Islamic Center Tangsel angin berembus sangat kencang. Ia mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan menyebut kerusakan plafon terjadi pada bagian atas dan bawah.
Erwin menambahkan, tidak ada tanda-tanda kerusakan sebelumnya pada bangunan. Kondisi ini murni akibat terpaan angin. Pihak pengelola segera melapor kepada instansi terkait, yakni Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Tangsel. Tercatat, tiga titik plafon lantai dua roboh akibat terpaan angin kencang. Area terdampak kini tertutup pembatas sambil menunggu penanganan.
Tembok Pagar Timpa Puluhan Motor
Di lokasi berbeda, Jalan Sumatra, Jombang, Kecamatan Ciputat Timur, sebuah tembok bangunan roboh sekitar pukul 16.30 WIB akibat terpaan angin kencang. Reruntuhan tembok menimpa sekitar 20 motor yang terparkir.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, memastikan tidak ada korban jiwa.
Sementara kerugian masih menunggu taksiran. Ketua RT dan RW setempat membersihkan puing reruntuhan tembok.
Selain itu, sebuah papan reklame roboh di Ciputat Timur sekitar pukul 13.05 WIB. Konstruksi tower reklame ini roboh menimpa atap rumah warga, menyebabkan kerusakan.
Kompol Bambang Askar mengonfirmasi peristiwa ini terjadi setelah hujan deras dan angin kencang. Pihak kepolisian segera bergerak menuju lokasi untuk membantu evakuasi bersama para stakeholder.
Penanganan dan Peringatan BMKG
Di wilayah Serpong, terutama sepanjang Jalan Letnan Sutopo hingga Jalan Lingkar, puluhan pohon tumbang terjadi. Puluhan anggota TNI dan kepolisian segera bergerak mengamankan jalanan terdampak.
Mereka menerapkan sistem contraflow guna merekayasa lalu lintas dan menjaga kelancaran arus kendaraan. Kapten Kavaleri Sigit Suseno Prabowo menyebut, sedikitnya 20 pohon tumbang di berbagai kelurahan Serpong. Tim gabungan TNI, polisi, dan aparat keamanan Pemkot Tangsel langsung membersihkan lokasi untuk kelancaran jalan raya.
Beberapa baliho roboh juga terjadi di dua titik. Satu unit bus sempat tertimpa pohon tumbang, namun beruntung tidak mengalami kerusakan berarti dan tidak menimbulkan korban jiwa. Saat ini, lalu lintas berangsur normal setelah petugas selesai mengevakuasi pohon.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan cuaca ekstrem melanda Tangsel dan sekitarnya. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyebut situasi ini muncul karena masa pancaroba, yaitu peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, yang memicu fenomena atmosfer tidak stabil. Peristiwa ini terjadi di Serpong, Ciputat, Pamulang, dan BSD.
Guswanto memperingatkan, potensi hujan lebat dan angin kencang masih terjadi di wilayah Jabodetabek hingga 13 Oktober 2025.
Masyarakat wajib waspada terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir lokal, pohon tumbang, dan gangguan lalu lintas.
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang di wilayah Banten dan Jabodetabek.
Prakiraan BMKG menunjukkan cuaca Jabodetabek tidak menentu pada 7-14 Oktober 2025, dengan periode waspada pada 7-9 Oktober dan 10-13 Oktober.
Masyarakat perlu menghindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat hujan deras dan mewaspadai potensi pemadaman listrik atau genangan air.
(Alif/Jar/Red)

























