Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Pemkot Tangerang Selatan meningkatkan kewaspadaan publik terhadap bahaya rekayasa konten berbasis kecerdasan buatan. Pemerintah daerah memperluas gerakan literasi digital di Tangerang Selatan guna membendung gelombang disinformasi di media sosial.
Kepala Diskominfo Tangsel TB Asep Nurdin menyampaikan arahan ini saat menghadiri acara Halaqoh PCNU pada Sabtu lalu. Ia menilai kecerdasan buatan kini mampu meniru suara, teks, hingga video secara sangat mirip.
“Masyarakat harus lebih bijak memilah informasi demi menghindari dampak buruk berita bohong,” tegas Asep Nurdin.
Penyediaan Fasilitas Internet dan Inovasi Aplikasi Keagamaan
Pemerintah daerah mengimbangi edukasi publik ini melalui penyediaan infrastruktur internet gratis pada 5.000 titik fasilitas umum. Langkah strategis ini mencakup pemasangan jaringan internet di lingkungan gedung pengurus NU setempat.
Selain itu, Diskominfo meluncurkan aplikasi Tangsel Mengaji dengan dukungan fitur asisten pribadi berbasis kecerdasan buatan. Aplikasi inovatif ini membantu warga belajar agama secara interaktif tanpa menggantikan peran utama para ulama.
Saa ini, layanan teknologi tersebut hadir khusus untuk mempermudah akses belajar keagamaan masyarakat dalam era modern.
Kolaborasi Strategis Melalui Pelatihan Bersertifikat
Sementara itu, Diskominfo Tangsel menjalin kerja sama resmi dengan organisasi keagamaan melalui penandatanganan nota kesepahaman program pelatihan. Pihaknya menggandeng Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama serta Forum Silaturahmi Pondok Pesantren dalam program edukasi ini.
Terakhir, kemitraan tersebut bakal menggelar pelatihan literasi digital di Tangerang Selatan bersertifikat bagi para santri dan warga. Basis massa NU yang besar memegang peran kunci sebagai garda terdepan penangkal hoaks.
(JAR)

























