Kota Tangerang, HALOBANTEN.COM -;Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kota Tangerang gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat soal bahaya judi online.
Salah satunya dengan mempublikasikan pemberitaan tentang bahaya dan kerugian bermain judi online di seluruh sosial media resmi Pemkot Tangerang
Selain itu juga sosialisasi di lakukan di lingkungan sekolah dan universitas pada saat menggelar berbagai even.
“Ini merupakan salah satu langkah dalam mencegah masyarakat bermain judi online,” kata Kepala Diskominfo Kota Tangerang Indri Astuti, Rabu (26/6/2026)
Indri menjelaskan, kampanye sosialisasi dan edukasi bahaya judi online di lakukan dengan masif di semua lini.
“Masyarakat harus paham, kejahatan ini betul-betul merusak ekonomi keluarga, merusak lingkungan sosial dan juga menimbulkan kriminalitas,” tandasnya.
Untuk mencegah judi online, lanjutnya masyarakat harus menjauhi kasino dan situs perjudian online. Hati-hati dengan promosi judi yang menjebak, jangan asal klik tautan atau konten yang berkedok game, seperti slot, poker hingga togel.
Jangan pula, sambungnya, terpancing instal aplikasi judi di handphone, apalagi ambil pinjaman demi judi online dan hindari bersosialisasi dengan teman yang bawa pengaruh berjudi.
“Dampak buruk berjudi online tidak main-main. Kerugian finansial, terganggunya kesehatan mental, rentan pencurian data pribadi, menyusutnya produktivitas karena banyak waktu terbuang, terabaikannya kebutuhan primer keluarga, terlilit hutang, rusaknya hubungan baik dengan orang sekitar, memicu tindakan kriminal dan kecanduan hingga meningkatkan risiko bunuh diri,” jelas Indri.
Sementara untuk menghilangkan kecanduan judi online, paparnya, Pemkot Tangerang melalui Dinas Kesehatan telah menyediakan konseling kesehatan jiwa di 39 puskesmas yang tersebar di Kota Tangerang.
“Layanan ini dapat di manfaatkan seluruh masyarakat Kota Tangerang secara gratis atau tanpa pungutan biaya apapun,” pungkasnya. (Cak)























