Setu, HALOBANTEN.COM – Camat Setu, Erwin Gemala Putra terlihat hanya melambaikan tangan saja dari dalam mobil dinasnya saat massa pendemo melakukan aksi protes penutupan Jalan Raya Puspiptek oleh Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Kamis (18/4/2024).
Hal itu terpantau oleh wartawan di lokasi saat aksi dilakukan oleh ratusan masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Warga Muncul.
“Pak Camat, pak camat,” teriak warga memanggil Camat Setu.
Dalam pantauan, Camat Setu pun menanggapi sapaan warganya tersebut hanya dengan melambaikan tangan saja dari dalam mobil sambil melempar senyum manis ala pejabat pada umumnya.
Kemudian massa meneriaki camat Erwin agar turun dari mobil untuk menemui warga.
Alih-alih bukannya berhenti dan turun dari mobilnya, sang camat justru malah tancap gas menuju Wisma Tamu BRIN.
“Turun, camat turun, temuin warga mu nih yang lagi berjuang, ayo turun,” teriak massa aksi.
Massa aksi tersebut merupakan protes warga terhadap Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) yang diduga serta merta menutup Jalan Raya Puspiptek dari tanggal 6 April 2024.
Penutupan jalan tersebut tentu mempengaruhi masyarakat baik dari segi ekonomi maupun sosial.
“Roda ekonomi dan sosial masyarakat berdampak karena penutupan jalan,” ujar Koordinator Aksi Masyarakat Setu, Nurhendra di lokasi.(Eka)























