Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Dalam upaya memperkuat semangat toleransi antar umat beragama, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kota Tangerang Selatan (IPPNU Tangsel) Banten, menggelar dialog interaktif bertajuk “Gebyar Toleransi dan Bhineka Tunggal Ika dalam Kerukunan Umat Beragama di Tangerang Selatan”.
Acara yang berlangsung di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Tangsel ini turut melibatkan Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI dan berbagai organisasi pemuda.
Ketua PC IPPNU Tangsel, Vivi Lutvia, dalam sambutannya menekankan pentingnya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kebhinekaan tidak bisa dijalankan secara tebang pilih. Hakikat toleransi adalah merdeka untuk saling memahami,” tegas Vivi.
Dialog yang dipandu oleh Founder studiagama.id, Tri Indah Annisa, menghadirkan sejumlah tokoh agama sebagai narasumber.
Di antaranya, Guru Besar Pemikiran Islam Ridwan Lubis, Mediator Konflik Agama PKUB Kemenag RI Paulus Tasik Galle, dan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Tangsel Fachruddin Zuhri.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Harmonisasi Umat Beragama PKUB Kemenag RI Zainal Ilmi memaparkan tujuh peta jalan PKUB dalam upaya mewujudkan kerukunan umat beragama di Indonesia.
Peta jalan ini mencakup penguatan regulasi, pemberdayaan lembaga keagamaan, peningkatan kapasitas aktor kerukunan, hingga upaya menjadikan PKUB sebagai lembaga yang diakui secara internasional.
Acara yang juga mengusung tema “Membangun Toleransi; Mempererat Persatuan & Kerukunan Umat Beragama di Tangerang Selatan” ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk perwakilan dari umat Baha’i, Katolik, dan aktivis Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI).
Fokus pada Pemuda
Dengan melibatkan sejumlah organisasi kepemudaan, IPPNU Tangsel ingin menanamkan nilai-nilai toleransi sejak dini.
Harapannya, generasi muda dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang harmonis dan toleran.
Kolaborasi antara IPPNU Tangsel, PKUB Kemenag RI, dan berbagai pihak lainnya menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kerukunan umat beragama.
Dialog seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya menciptakan lingkungan yang inklusif dan saling menghormati. (Awal/Jarkasih)































