Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Presiden Joko Widodo atau Jokowi membagikan bantuan cadangan pangan kepada ribuan masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Provinsi Banten.
Pembagian bantuan pangan ini berlangsung di Gedung Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) yang kini menjadi kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan, tepatnya di dekat Tandon Ciater Kecamatan Serpong, Senin (19/2/2024).
Pemerintah menyalurkan bantuan pangan ini melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) pusat.
Tampak hadir pula dalam kesempatan itu, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Seskab Pramono Anung, Kelapa Bapanas Arief Prasetyo, Kepala Bulog, Wali Kota Tangerang Slatan benyamin Davnie serta jajaran perangkat daerah Pemkot Tangerang Selatan.
Sebelumnya tiba di KPT Tangsel, Jokowi terlebih dahulu meresmikan Rumah Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Jendral Soedirman, di Jalan RC Veteran Raya Nomor 178, Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Kedatangan Presiden Jokowi mendapat sambutan hangat dari ribuan warga yang sudah lebih dahulu berada di lokasi acara.
Bahkan demi bertemu Presiden Jokowi, warga sudah sejak subuh berangkat dari rumahnya.
Pengamanan pun sudah terlihat sejak pagi buta. Ratusan aparat dari unsur TNI, Polri, Paspampres, Dinas Perhubungan dan lainnya sudah siaga di berbagai sudut.
Kali ini, Jokowi membagikan sekitar 1.067 pangan kepada masyarakat Tangerang Selatan. Salah satunya berupa beras seberat 10 kg.
Jokowi Pertimbangkan Lanjutkan Bantuan Pangan Setelah 6 Bulan
Jokowi mengungkapkan bahwa pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan tersebut kepada masyarakat selama enam bulan sejak Januari hingga Juni nanti.
Adapun bantuan pangan yang dia berikan saat ini merupakan jatah bantuan untuk bulan Januari.
Nanti kata Jokowi, pada bulan Februari nanti masyarakat bakal dapat lagi bantuan pangan.
Begitu juga bulan Maret, April, Mei dan bulan Juni akan dapat lagi bantuan pangan.
Meski saat ini bantuan pangan hanya akan Pemerintah berikan selama enam bulan, namun pihaknya telah mempertimbangkan untuk melanjutkan program bantuan tersebut setelah bulan Juni jika APBN-nya cukup.
Pemberian bantuan pangan ini bertujuan untuk mengurangi beban masyarakat karena harga komoditi beberapa hari kebelakang sedang alami kenaikan.
“Jadi kita (pemerintah, Red) membantu membagikan bantuan beras ini untuk meringankan beban ibu-ibu dan bapak-bapak semuanya,” ungkap Jokowi.
Dia menegaskan bahwa kenaikan harga beras ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja melainkan di seluruh negara.
Kenaikan beras terjadi karena adanya perubahan iklim yang berdampak pada gagal panen sehingga produksi berkurang dan harganya naik.
(Red)






















