Jakarta, HALOBANTEN.COM – Kekalahan telak Timnas Indonesia U-23 dengan skor 1-5 dari Australia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Kamis (20/3/2025) menuai sorotan tajam dari publik, khususnya di dunia maya.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menjadi sasaran kritik pedas dari netizen Indonesia yang meluapkan kekecewaan mereka di berbagai platform media sosial, terutama Instagram.
Kekecewaan mendalam ini diungkapkan melalui berbagai komentar yang mempertanyakan efektivitas kebijakan pergantian pelatih oleh PSSI.
Salah satu komentar yang mencuri perhatian, dari akun @fajrips_, menyindir, “Negara lain mengganti pelatih saat kalah, kita malah mengganti pelatih agar kalah.”
Ungkapan ini mencerminkan frustrasi netizen terhadap keputusan federasi.
Selain itu, gaya kepemimpinan Erick Thohir juga menjadi sorotan.
Akun @unpambois53 menyindir ketidakkonsistenan Erick dengan menulis, “Tidak ada adegan masuk ruang ganti, Pak?
Tidak ada ucapan ‘Jika kalian tidak percaya proyek ini, saya mundur’?
Tidak ada adegan bersandar di tembok, Pak? Apakah episodenya sudah berubah?”
Komentar ini merujuk pada momen-momen sebelumnya saat Erick Thohir menunjukkan emosi setelah hasil buruk Timnas Indonesia.
Beberapa netizen mengkritik Erick Thohir karena dianggap hanya menunjukkan empati secara simbolis, seperti menangis atau berpose di ruang ganti.
Mereka mendesak Erick untuk fokus pada perbaikan sistem sepak bola nasional daripada sekadar menunjukkan emosi di depan publik.
Kekalahan ini juga memicu keraguan terhadap proyek jangka panjang yang pernah dijanjikan Erick Thohir.
Banyak yang merasa belum melihat perkembangan signifikan dalam performa Timnas Indonesia, meskipun telah ada pergantian pelatih dan program pembinaan pemain muda.
Tagar #ErickOut kembali ramai di media sosial, mencerminkan kekecewaan terhadap kepemimpinan Erick Thohir di PSSI.
Meski tidak semua menyalahkan Erick secara langsung, banyak yang menuntut reformasi di federasi agar Timnas Indonesia lebih kompetitif di tingkat internasional.
Sebelumnya, Erick Thohir menegaskan bahwa perubahan dalam sepak bola Indonesia membutuhkan waktu dan dukungan dari semua pihak.
Di tengah derasnya kritik, beberapa pendukung sepak bola Indonesia masih berharap Erick Thohir dan PSSI dapat mengambil pelajaran dari kekalahan ini.
Mereka menuntut evaluasi menyeluruh terhadap strategi dan kebijakan demi masa depan sepak bola Indonesia yang lebih baik.
Kekalahan dari Australia ini menjadi pukulan bagi ambisi Timnas Indonesia di kancah internasional.
Tekanan kini semakin besar bagi Erick Thohir dan PSSI untuk membuktikan komitmen mereka dalam membangun sepak bola Indonesia yang lebih kompetitif.
(Alif/Jek/Red)

















