Ciputat, HALOBANTEN.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) bongkar puluhan kios Pedagang Kaki Lima (PKL) di pasar tradisional Ciputat, Senin (13/02/2023).
Bahkan Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan memimpin langsung penertiban dan penataan PKL di Pasar Ciputat.
Turut mendampingi pula sejumlah pejabat dari Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Disperindag, Bappelitbangda dan dinas terkait lainnya.
“Kita ingin semua pedagang Pasar Ciputat khususnya yang di polikarbonat, untuk menempati Gedung Pasar Ciputat yang telah kita sediakan,” ujar Pilar di lokasi.
Penertiban ini di tujukkan kepada PKL yang berada di sekitaran jalan. Mulai dari Aria Putera, Jalan H Usman, Jalan Bancet, Kawasan Polikarbonat dan sekitarnya.
Pemkot Tangsel telah menyediakan 296 kios yang dapat diisi oleh pedagang.
“Dan mereka telah sepakat, tapi mereka mau pindah kalau pedagang yang di sepanjang jalan juga di rapihkan,” ungkap Pilar.
Perapihan ini juga terkait soal waktu dagang yang menjadi kesepakatan antara warga sekitar dengan PKL di Jalan Haji Usman yang belum tertampung di gedung utama.
“Waktu dagang mereka di atur sampai Disperindag siap merelokasi ke lapak di gedung utama,” katanya.
Pemkot Tangsel mengimbau agar para pedagang tidak mengganggu atau menghilangkan hak warga pejalan kaki serta kendaraan motor dan mobil yang ingin melintas.
Penertiban dan penataan PKL ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat di sekitar Pasar Ciputat.
“Alhamdulillah warga saya sangat senang melihat jalanan lebar kembali,” ujar Ketua RT 03 RW 08 Ciputat, Adhitya Kurniawan Haris.
Dia menyebut bahwa penertiban ini jadi komitmen yang luar biasa dari Pemkot Tangsel di bawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan dalam hal menata kota.
Ia juga dapat menerima kebijakan dalam hal waktu untuk pedagang menggelar lapak, mulai pukul 18.00 hingga 06.00 WIB setiap harinya.
“Selebihnya jalan bisa di pergunakan sebagai mana mestinya. Dan kami sangat berterima kasih kepada Pemkot Tangsel,” tutupnya
Ujang (22) (bukan nama sebenarnya), salah satu pedagang sosis dan mie menuturkan, informasi pembongkaran tersebut telah di beritahukan beberapa hari sebelumnya.
“Ada pemberitahuan surat tiga hari lalu. Ada satu kali pemberitahuannya, hanya di suruh mundur himbauannya, jadi lebih kepada tidak menggunakan akses jalan, kan batasnya tiang listrik itu,” terangnya.
Sebelumnya, para pedangang hanya menggunakan atap terpal, namun kini menggunakan baja ringan saat penertiban berlangsung.
“Dulu pakai terpal sekarang pakai baja ringan, bayar pas pemasangannya. Ada juga bayaran perbulan,” ungkapnya.
Terpisah, Ketua asosiasi pedagang Ciputat, Yuli (40) mengatakan, keinginannya agar seluruh pedangang masuk ke dalam pasar.
“Penertiban baru 10 persen, belum pada masuk. Kami ingin mereka masuk bareng-bareng kita. Kalau pasar sepi kan kasian yang di dalam. Setelah penertiban kita menunggu untuk sama sama berdagang di dalam,” ucapnya.
Selama ini, pedagang di dalam pasar sepi pengunjung terutama saat kurangnya pembeli.
“Kalau semua di dalam kan pembeli juga masuk, kita bukan ingin mereka tidak berdagang. Kalau mereka tidak mau, kita yang keluar, kan di dalam juga banyak yg kosong. Ada 1500 kios yang di sediakan oleh Pemkot tangsel, ada 3 lantai,” paparnya.
Reporter/Editor: Jek Jarkasih

























