Kota Tangerang, HALOBANTEN.COM – Pipa gas di lokasi proyek galian pipa bawah tanah di Perumahan Wisma Harapan, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, meledak.
Akibat ledakan pada proyek PT Perusahaan Gas Negara (PGN) itu, empat rumah di Komplek Wisma Harapan rusak berat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (26/1/2023) sekitar pukul 07.00 WIB.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBD Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Syahrial membenarkan adanya kejadian itu.
Insiden ledakan itu bermula saat para pekerja PGN tengah melakukan uji coba terhadap pipa gas yang telah mereka pasang di bawah tanah.
Tiba-tiba saja, instalasi bawah tanah tersebut meledak hingga menyebabkan tahah galian berhamburan dan menumpuk di jalan sekitar.
Ledakan pipa gas itu menakibatkan kerusakan empat unit rumah milik warga setempat.
“Ledakan itu juga merusak jaringan pipa milik PDAM dan jaringan kabel internet,” kata Syahrijal.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ledakan pipa gas tersebut.
Atas kejadian itu, pihak PT PGN telah bermusyawarah dengan pihak kelurahan dan warga guna membahas proses ganti rugi.
“Untuk ganti ruginya, nanti ada penandatanganan surat pertanggung jawaban oleh pihak kelurahan dengan pihak PT PGN,” kata Syahrial.
Salah seorang warga sekitar, Suparmi, menuturkan, rumahnya kini alami kerusakan akibat ledakan pipa gas tersebut.
Dia menjelaskan, saat itu dia sedang berada di dapur untuk memasak.
Ketika menyalakan kompor, dia terkejut mendengar ada suara ledakan.
Kemudian menyusul suara seperti bebatuan yang berjatuhan menimpa atap rumah.
“Ini rumah sebelah juga sampai ke dapur batunya,” ujar Suparmi, Jumat (27/1/2023).
Setelah kejadian, dia pun penasaran dan memeriksa sumber ledakan tersebut.
“Ledakan itu bersumber dari lokasi proyek PGN yang tengah melakukan uji coba terhadap pipa gas yang telah terpasang,” tuturnya.
PT PGN Beri Penjelasan Soal Ledakan di Proyek Pipa Gas
Sementara, Sekretaris PT PGN, Rachmat Hutama membantah adanya gas bumi di dalam pipa yang meledak di pinggir jalan perumahan Wisma Harapan, Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.
Rachmat menjelaskan, suara keras yang terjadi di lokasi bukan karena ada kandungan gas meledak.
Namun karena petugas PGN tengah melakukan proses kontruksi jaringan gas bumi.
Salah satunya Pneumatic Test atau tes tekanan udara untuk memastikan keamanan jaringan gas bumi sebelum beroperasi.
“Pada saat tes tersebut, tidak terdapat gas bumi di dalam pipa. Insiden suara mirip ledakan di Tangerang merupakan hasil dari kegiatan tes keamanan jaringan gas tersebut,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/1).
Pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan masyarakat.
“Komunikasi, sosialisasi dan upaya koordinasi dengan pihak lingkungan maupun aparat setempat terkait suara dan efek yang mengganggu sudah dijalankan,” ujarnya.
Perbaikan atas kekurangan dalam proses konstruksi, hempasan tanah yang berdampak pada bangunan warga dan dampak minor lainnya sudah dilaksanakan dan dalam proses penyelesaian.
Tahapan pengujian tekanan udara juga menunjukkan bahwa pengoperasian semua pipa gas bumi yang aman dilakukan setelah tahapan pengujian selesai dilaksanakan.
“Maka aspek safety terjamin, karena tekanan saat pipa gas bumi beroperasi di dalam pipa, jauh lebih rendah dibandingkan dengan uji tekanan saat pengujian selama proses konstruksi jaringan gas bumi,” terangnya.
Editor: JARKASIH















