Saat itulah, para pelaku menarik tubuh korban dan mengeroyoknya. Korban langsung dikeroyok, dipukul, ditendang dan diinjak-injak oleh para pelaku hingga korban jatuh pingsan di lokasi. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Sari Asih Ciledug, namun nahas, nyawanya tidak tertolong.
Dari hasil autopsi penyebab kematian korban ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan di bagian wajah, muka, kepala dan punggung korban. Sementara, pihak pengelola Ponpes Darul Qur’an Lantaburo, masih enggan memberikan keterangan usai mencuatnya kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang santri berinisial RAP, pada Sabtu (27/8/2022). (jek)















