Tangerang Selatan sebelumnya memproyeksikan defisit sebesar Rp110,29 miliar, namun realisasi akhir tahun justru menghasilkan surplus mencapai Rp368,29 miliar.
Karena itu, Gerindra mendorong percepatan pengadaan barang dan jasa serta penguatan sistem pengawasan agar masyarakat merasakan manfaat anggaran lebih cepat.
Raih WTP ke-14 Kali Berturut-turut
Terlepas dari kritik terkait SiLPA, seluruh fraksi memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemkot Tangerang Selatan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025.
Capaian tersebut menjadi opini WTP ke-14 secara berturut-turut bagi Kota Tangerang Selatan. Namun demikian, DPRD mengingatkan bahwa keberhasilan administratif harus sejalan dengan kualitas pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selanjutnya, berbagai masukan dan evaluasi dari fraksi-fraksi DPRD akan menjadi bahan pembahasan pada tahapan berikutnya dalam proses pertanggungjawaban APBD 2025.
(LIF)

















