Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mematangkan rencana pelaksanaan program makan bergizi gratis bagi siswa di seluruh wilayahnya.
Program yang digagas Presiden Joko Widodo ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah dan mencegah stunting.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk memastikan keberhasilan program ini.
“Ini adalah amanat Presiden yang harus kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” tegas Benyamin.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Tangsel, Eki Herdiana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan perhitungan anggaran yang cukup besar untuk program ini.
“Untuk tingkat SD dan SMP saja, estimasi anggarannya mencapai Rp730 miliar,” ujarnya.
Angka tersebut didapatkan dari perhitungan jumlah siswa di seluruh sekolah negeri dan swasta di Tangsel.
Namun, Eki menjelaskan bahwa besaran anggaran per siswa masih dalam tahap finalisasi.
“Kami masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait besaran anggaran per siswa,” imbuhnya.
Selain SD dan SMP, program makan bergizi gratis juga akan mencakup anak usia dini di PAUD dan TK.
“Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” kata Eki.
Meskipun anggaran yang dibutuhkan cukup besar, Pemkot Tangsel optimis program ini dapat terlaksana. Namun, Eki mengakui adanya beberapa tantangan, terutama terkait ketersediaan anggaran.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk memastikan ketersediaan anggaran,” ujarnya.
Target Awal Tahun
Pemkot Tangsel menargetkan program makan bergizi gratis dapat dimulai pada awal tahun depan.
Namun, hal ini sangat bergantung pada ketersediaan anggaran dan finalisasi mekanisme pelaksanaannya.
“Kami berharap program ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang nyata bagi anak-anak kita,” pungkas Eki. (Jarkasih)































