Setu, HALOBANTEN.COM – Ratusan warga Kampung Koceak dan Kampung Momonggor Kelurahan Keranggan Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Banten, alami krisis air bersih akibat kemarau panjang.
Untuk kebutuhan mandi dan mencuci, warga terpaksa meminta bantuan tetangganya yang masih memiliki persediaan air bersih.
Bahkan ada yang terpaksa melakukan aktifitas mandi dan mencuci di kali Cisalak yang lokasinya tak jauh dari permukiman.
Berdasarkan penelusuran halobanten.com, krisis air bersih dialami ratusan warga Kampung Momonggor RT001/01, Kampung Koceak RT.002, 003 /01, RT.004, 005, 006/02 dan RT007/04 Kelurahan Keranggan.
Warga alami krisis air bersih karena sumur-sumur yang ada di rumah-rumah mereka kekeringan.
“Kalau di lingkungan saya, wilayah yang paling parah alami kekeringan itu di RT005 dan 006,” kata Nasrulloh, ketua RW002 Kampung Koceak Kelurahan Keranggan kepada halobanten.com, Jumat (15/9/2023).
Nasrulloh mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci, warga yang alami kekeringan meminta air bersih kepada tetangganya yang sumurnya masih ada air.
“Ada juga warga yang melakukan aktifitas mandi dan mencuci di kali Cisalak,” terangnya.

Namun beberapa hari ini warga terbantu oleh bantuan pasokan air bersih dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta BPBD Kota Tangerang Selatan.
Bahkan bantuan pasokan air bersih juga datang dari BUMD Tangsel, yakni dari PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT.PITS).
“Alhamdulillah sudah ada bantuan air bersih dari Dinas Damkar, BPBD dan dari BUMD Tangsel,” tuturnya.
Sementara, Sopyan, Ketua RT001 RW001 Kampung Momonggor Kelurahan Keranggan mengatakan, sudah beberapa hari ini warganya telah mendapatkan bantuan air bersih dari Dinas Damkar dan BPBD Tangsel.
Sebenarnya, kondisi sumur-sumur di lingkungannya belum alami kekeringan. Namun sumur-sumur tersebut tidak menghasilkan banyak air.
Sehingga warga membutuhkan pasokan air bersih.
(Red)















