Serpong, HALOBANTEN.COM – Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) oleh Persatuan Wartawan (PWI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang berlangsung sejak Jum’at-Sabtu, (24-25/11/2023) di Tuscany Boutique Hotel, Serpong usai digelar.
Sebanyak 28 orang wartawan dari berbagai media yang mengikuti UKW tersebut dinyatakan lulus atau kompeten.
“Selamat kepada teman-teman wartawan yang telah mengikuti UKW baik dari jenjang Muda, Madya maupun Utama,” ucap Aat Surya Safaat, Koordinator Penguji UKW memberikan ucapan selamat kepada peserta.
Mudah-mudahan, kata Aat, kedepan PWI Tangerang Selatan khususnya dan PWI Banten umumnya bertambah banyak wartawan yang kompeten dan professional.
Dia menjelaskan, peserta yang mengikuti UKW dari kelas Wartawan Muda ada sebanyak 4 kelompok. Kemudian kelas Wartawan Madya sebanyak 1 kelompok dan kelas Wartawan Utama 1 kelompok. “Semuanya kompeten,” jelasnya.
Dia mengaku baru kali ini dirinya menjadi menguji peserta UKW relatif lancar. Biasanya, kata Aat, saat menguji membuat dirinya pening karena pesertanya sangat susah untuk memahami materi yang diujikan dalam UKW.
Dia mengingatkan kepada para peserta UKW yang telah lolos mengikuti UKW agar memahami etika jurnalistik dalam menjalankan tugas di lapangan.
Menurutnya, UKW bukan hanya sekedar menguji kompetensinya saja, melainkan memberikan etika.
Di dalam UKW tersebut, ada kode etik jurnalistik 11 pasal. Para peserta UKW minimal harus memahami empat pasal.
Pasal pertama, wartawan itu tidak boleh beretikad tidak baik saat hendak melakukan peliputan karena karena tidak tercermin dalam pemberitaan.
Kemudian kedua, seorang wartawan harus professional. Oleh karena itu, mereka wajib megikuti UKW.
Selanjutnya, berita yang dibuat oleh wartawan harus berimbang. Kemudian yang terakhir, wartawan atau jurnalis dilarang memberitakan hal-hal yang keji.
Jika ada wartawan atau jurnalis dilaporkan ke dewan pers, kemudian kena jeratan hukum, maka kartu UKW-nya bisa dicabut.
Di kesempatan yang sama, Ketua PWI Kota Tangerang Selatan Ahmad Eko Nursanto juga menyampaikan selamat kepada peserta UKW tahun 2023 yang telah dinyatakan lulus atau kompeten.
Menurutnya, setelah dinyatakan lulus maka mereka sudah berhak menyandang sebagai wartawan kompeten dan professional.
Dia berharap para peserta yang sudah kompeten ini bisa melaksanakan dan menerapkan apa yang sudah didapatkan saat UKW.
Dia menghimbau kepada peserta UKW yang lolos mengkuti UKW untuk tidak jumawa dan tetap renda hati saat, baik saat menjalankan tugas jurnalistik maupun saat berada di lingkungan masyarakat.
“Jaga etika dan jaga kode etik jurnalistik, itu yang paling utama. Wartawan juga harus menyandang wartawan ber attitude. Itu Pesan saya,” imbuhnya.
Jaisy Rahman Tohir, wartawan Tribunjakarta.com yang mengkuti kegiatan UKW, mengaku UKW ini sangat bagus. Dia juga mengucakan terima kasih kepada PWI Tangsel dan tim penguji atas atas semua fasilitas, bimbingan dan dukungannya kepada para wartawan untuk bisa mengikuti UKW ini.
“Tempat ujiannya proper, tempatnya enak, makanannya oke,” tutur Jaisy saat menyampaikan pesan dan kesan di acara penutupan UKW.
Dia mengaku baru kali pertama mengikuti UKW sejak dirinya menjadi wartawan. Sebagai wartawan lapangan yang baru ikut UKW jenjang Wartawan Muda, kegiatan ini telah mengasah lagi perangkat-perangkat jurnalisnya mulai dari kode etik sampai pengetahuan dasar.
“Terima kasih kepada PWI Tangerang Selatan telah menyelenggarakan UKW, menjembatani kami hingga menjadi dan diakui sebagai wartawan kompeten,” ucapnya.
Senada dikatakan Esih Yuliasari wartawan EkbisBanten.com. Dia mengaku kegiatan UKW yang diselenggarakan oleh PWI Tangsel ini sangat luar biasa. Apalagi para pengujinya bukan hanya menguji semata, tapi mereka juga memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi para peserta UKW. “Terimakasih kepada PWI Tangerang Selatan, maju terus,” ungkap Esih.
Wartawan lainnya, Mayzka Da Reisa dari titikkata.id berpesan kepada PWI Tangsel agar mengadakan UKW lagi untuk teman-teman wartawan lainnya di tahun-tahun mendatang. Selama pelaksanaan UKW berlangsung, dia mengaku terkesan.
“Pengujinya asik-asik, mereka memberikan ilmu, semuanya jelas yang diberikan oleh tim penguji ke kita (peserta,Red). Jadinya kita juga cepat mengerti dan paham,” kata Mayzka. (Red)















