Kota Tangerang, HALOBANTEN.COM – Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Nurdin janji akan segera menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Pasalnya, semenjak Pasar tradisional tersebut dalam proses revitalisasi tampak semrawut.
Hal itu di sampaikan Nurdin saat rapat koordinasi bersama instansi terkait di Pemda Kota (Pemkot) Tangerang.
Dalam keterangan resminya pada Jumat (16/5/2024), Nurdin menyampaikan, proses revitalisasi Pasar Anyar akan selesai bulan Desember 2024 nanti atau selama tujuh bulan ke depan.
Untuk itu kawasan sekitar Pasar Anyar harus bersih dari PKL.
“Kondisinya sangat memprihatinkan bagi kita, bahkan Pedagang di Pasar Mambo sudah pada keluar ke jalan,” ungkap Pj Wali Kota.
karenanya, lanjut Pj, perlu dilakukan penertiban.
Mengingat keberadaan PKL menyebabkan kemacetan lalulintas dan menimbulkan kesemrawutan.
“kita harus pindahkan semua,” ucapnya.
Berdasarkan Pantauan di lapangan hingga Jumat Sore (17/5/2024), keberadaan PKL di Pasar Anyar selain menimbulkan kemacetan dan kesemrawutan, juga mengganggu keamanan.
Sebab keberadaan mereka menempel di pagar seng Pasar Anyar yang sedang dalam proses revitalisasi.
Sementara angkutan beratpun nampak sibuk merobohkan bagian bangunan pasar.
Menurut pengakuan sejumlah PKL, mereka bisa mendirikan lapak di sekitar Pasar Anyar di Jalan A Yani dan Kisamaun, karena membayar sejumlah uang kepada “Oknum” yang dekat dengan orang dalam (Ordal) Pemkot Tangerang.
“Ya bayarlah, kalau nggak gimana kita bisa buka lapak di sini,” kata pedagang makanan yang lapaknya bersandar di seng pembatas revitalisasi.
Selain bayar lapak, sambungnya, tiap hari mereka juga membayar uang keamanan dan kebersihan Rp20 ribu ke oknum tersebut.
“Untuk bayar lapak bervariasi, antara Rp 2 juta sampai Rp 3 juta,” kata salah seorang PKL yang enggan menyebut identitasnya.(Cak)






















