Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Tangerang Selatan (PC IPNU Tangsel) Banten, menggelar Dialog Antar Umat Beragama, Kamis (12/12/2024).
Dialog bertajuk “Gebyar Toleransi & Moderasi Beragama” berlangsung di Gedung Meunasah Fatahillah, Ciputat Timur, Tangsel Banten.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi tokoh agama, masyarakat, dan pemuda untuk saling bertukar pikiran dan memperkuat tali persaudaraan antar umat beragama.
Dialog yang dihadiri oleh ratusan peserta ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya, seperti dosen FSH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta M Nurul Irfan, perwakilan Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan dan Sekretaris MUI Kota Tangerang Selatan Abdul Rajak, serta Kepala Bidang Bina Lembaga Kerukunan Beragama dan Lembaga Keagamaan PKUB Kemenag RI Hery Susanto.
Selain itu juga hadir Ketua 2 Khusus hubungan Gereja dan Agama-Agama GPIB Pamulang Manusun Sinambela yang turut memberikan pandangannya.
Ketua Pelaksana, Zulfikar, mewakili Yayasan Makna Bangsa menekankan pentingnya dialog sebagai sarana untuk mewujudkan masyarakat yang toleran dan moderat.
Senada dengan itu, Ketua PC IPNU Tangsel, M Berryl Choliq Arrohman, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Tangsel.
Sebagai keynote speaker, Hery Susanto memberikan paparan yang inspiratif mengenai peran penting Lembaga Kerukunan Umat Beragama (PKUB) dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di Indonesia.
Ia menekankan perlunya dukungan masyarakat agar PKUB dapat menjadi lokomotif dalam mewujudkan moderasi beragama.
Kegiatan yang berlangsung dengan lancar ini mendapat apresiasi positif dari para peserta.
Dialog ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat Tangsel yang harmonis dan toleran.
Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama yang baik antara PC IPNU Tangsel, Yayasan Makna Bangsa, dan PKUB Kementerian Agama RI.
Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. (Awal/Jarkasih)































