Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Krisis air bersih Keranggan Tangsel semakin terasa setelah kemarau berlangsung sekitar dua bulan. Akibatnya, ratusan warga mengandalkan pasokan air bersih dari BPBD Kota Tangerang Selatan.
Krisis air bersih Keranggan Tangsel memengaruhi sedikitnya 222 kepala keluarga yang tersebar di sekitar 10 titik. Karena itu, BPBD Tangsel terus mengirim 17.000 hingga 28.000 liter air bersih setiap hari.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Tangsel, Didin Sihabudin, mengatakan penyaluran air bersih akan terus berjalan selama sumur warga belum kembali normal.
“Bantuan akan terus kami salurkan sampai kondisi sumur warga kembali normal,” kata Didin.
Selain itu, Didin meminta warga berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW jika membutuhkan pasokan air bersih. Setelah itu, pengurus lingkungan dapat mengajukan permohonan kepada BPBD Tangsel agar petugas segera menyalurkan bantuan.
Warga Harapkan Sumur Bor dan Fasilitas MCK
Sementara itu, warga Kampung Keranggan, Juanda, mengatakan kekeringan hampir selalu muncul setiap musim kemarau. Bahkan, kondisi serupa pernah berlangsung hingga tujuh bulan.
Saat ini, sumur gali milik warga sudah kering. Oleh sebab itu, seluruh kebutuhan air bergantung pada bantuan BPBD Tangsel.
Menurut Juanda, satu keluarga rata-rata membutuhkan sekitar 20 ember air setiap hari. Air tersebut memenuhi kebutuhan memasak, mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya.
Juanda berharap pemerintah segera membangun sumur bor serta fasilitas mandi, cuci, dan kakus. Langkah itu akan membantu warga mengurangi ketergantungan pada bantuan air bersih.
Ia menambahkan lebih dari 25 kepala keluarga di lingkungannya mengalami krisis air bersih selama musim kemarau.
(LIF)

























