Kabupaten Tangerang, HALOBANTEN.COM — Hujan berintensitas tinggi menyebabkan banjir meluas ke 18 titik pada enam kecamatan di Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (12/1/2026).
Wilayah tersebut kembali mengalami genangan setelah curah hujan tinggi mengguyur sejak akhir pekan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menyampaikan bahwa banjir kali ini menunjukkan peningkatan signifikan.
Pada Minggu (11/1/2026), genangan air hanya muncul pada dua kecamatan, namun keesokan harinya meluas ke sejumlah wilayah lain.
Sebanyak 18 titik banjir tersebar di Kecamatan Pakuhaji, Teluk Naga, Kosambi, Mauk, Sepatan, serta Pasar Kemis. Genangan air muncul di permukiman warga dan sejumlah akses jalan lingkungan.
Menurut Taufik, ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga sekitar 1,4 meter. Kondisi tersebut memengaruhi aktivitas warga dan memaksa sebagian masyarakat membatasi kegiatan sehari-hari.
BPBD Kabupaten Tangerang mencatat ribuan warga merasakan dampak banjir tersebut. Namun, jumlah pasti warga terdampak masih memerlukan pendataan lanjutan karena petugas saat ini memusatkan perhatian pada upaya penanganan dan pemantauan kondisi lapangan.
Petugas terus bersiaga untuk mengantisipasi potensi kenaikan debit air seiring kemungkinan hujan susulan di wilayah Kabupaten Tangerang dan sekitarnya.
Saat ini, tim BPBD masih mengevakuasi warga terdampak banjir yang ingin mengungsi ke tempat aman. Petugas mengerahkan beberapa perahu karet untuk memudahkan proses evakuasi warga.
Selain banjir, musibah lainnya yakni pohon tumbang dan rumah roboh akibat angin kencang di sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang.
Pohon tumbang terjadi di Jalan Kalibaru, Kecamatan Teluknaga dan di Desa Merak, Kecamatan Balaraja. Sedangkan rumah roboh terjadi di Desa Kandawati, Kecamatan Gunung Kaler.
(Jar Kasih/Red)















