“Penerapan LST terus didukung oleh Kemenko Marves agar terlaksananya pembangunan berkelanjutan. Dalam kaitannya dengan keterbukaan informasi juga dipelukan kerjasama antar stakeholder untuk meningkatkan kualitas data dan informasi ESG sehingga dapat digunakan,” tutup Tubagus
Chair Person of Advisory Board Social Invesment Indonesia, Jalal, mengatakan perusahaan-perusahaan pertambangan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia merupakan yang pertama yang mengadopsi pelaporan berkelanjutan.
Namun demikian, baik kinerja maupun pengungkapan keberlanjutan industri pertambangan secara umum dinyatakan belum memenuhi ekspektasi pemangku kepentingan, terutama masyarakat dan investor.
Di satu sisi, para pemangku kepentingan melihat kesulitan membandingkan satu laporan dengan laporan lainnya, karena standar dan kerangka yang dipergunakan juga beragam.
Beragamnya sumber dan kerangka sesungguhnya terkait dengan kebutuhan pengungkapan yang berbeda (topik yang komprehensif/spesifik; untuk seluruh/sebagian pemangku kepentingan; berlaku untuk seluruh industri atau tertentu).















