Tangerang, HALO BANTEN – Pemerintah Kabupaten Tangerang Banten akan menerapkan Sistem Pertanian Terpadu. Sistem ini akan diterapkan 29 kecamatan dan 274 desa/kelurahan. Rencana ini diharapkan menjadi konsep pengembangan pertanian di Kabupaten Tangerang.
Rencana ini terungkap dalam kegiatan Rapat Koordinasi Kemajuan Kegiatan Tahun 2022 serta Rencana Kerja Tahun 2023.
Konsep pertanian terpadu ini dipaparkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika Sutrisno.
“Rencana ke depan, program Integrated Farming akan kami usulkan dalam RPJMD 2023-2028, dengan target yang menyasar 29 kecamatan dan 274 desa/kelurahan se-Kabupaten Tangerang,” ucap Asep di hadapan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Banten.
Asep menjelaskan, konsep Integerated Farming System ini merupakan upaya pemerintah untuk memanfaatkan keterkaitan antara tanaman pangan dan hortikultura. Serta hewan ternak dan perikanan, untuk mencapai keberlanjutan agro ekosistem.
Sistem ini dapat mendorong produksi hasil pertanian (stabilitas habitat), peningkatan ekonomi dan pelestarian sumber daya alam khususnya di Kabupaten Tangerang Banten.
DPKP saat ini sedang mulai mengembangkan sebuah konsep pertanian Integrated Farming System. Tahun ini pihaknya akan laksanakan konsep ini di empat lokasi UPTD Lingkup DPKP, 8 BPP serta 29 kelompok tani.















