Serpong, HALOBANTEN.COM – Komisi IV DPRD Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten, Julham Firdaus dan M Soleh, meradang saat melihat langsung kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang di Serpong, Kamis (18/4/2024).
Pasalnya, apa yang pernah disampaikan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wahyunoto Lukman kepadanya tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Pantauan halobanten.com, saat dalam perjalanan menuju TPA Cipeucang, dua anggota dewan itu sudah disambut oleh antrean kendaraan pengangkut sampah mulai dari depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel.
Rupanya, antrean itu terus mengular hingga kendaraan anggota dewan sampai di TPA Cipeucang.
Julham dan Soleh lebih terkejut lagi saat melihat gunung sampah sudah hampir meluber ke badan jalan.
Dia menyebut bahwa volume sampah di TPA Cipeucang sudah krodit atau melebihi kapasitas harian.
Melihat pemandangan itu, Julham Firdaus dan M Soleh segera turun dari mobilnya. Dia langsung mencari Kepala UPTD TPA Cipeucang Desna Gera Andika, namun orang yang dicari tidak ada di ruang kerjanya.
“Panggil Kepala UPTD, panggil, panggil, ada siapa? Kosong? Pada kemana petugasnya?” kata Julham.
Lalu Julham yang juga Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Tangsel itu mencari penanggungjawab TPA Cipeucang lainnya, namun semuanya tidak ada di lokasi.
“Telpon, telpon, telpon kepala UPTnya, suruh ke sini sekarang,” sambung Julham.
Julham dan M Soleh hanya bisa menemui staf administrasi UPTD TPA Cipeucang saja.
Julham meminta data dari mana saja sampah yang dibuang ke TPA Cipeucang, baik dari swasta maupun dari masyarakat.
Lantaran orang yang bertanggungjawab tidak ada di lokasi, Julham pun menemui sejumlah sopir truk pengangkut sampah dan memeriksa apakah mereka mengantongi kartu atau surat tugas penunjukkan sebagai sopir truk pengangkut sampah.
Lagi-lagi, dia mendapati sejumlah sopir truk tersebut tidak dapat menunjukan kartu ataupun surat tugas.
Segerakan Kerja Sama Pembuangan Sampah
Kepada halobanten.com, Julham mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan belum adanya kejelasan terkait perjanjian kerjasama (PKS) pembuangan sampah antara Pemkot Tangsel dengan daerah lain.
Dia pun mendorong agar Pemkot Tangsel menyegerakan komunikasi dan kerja sama pembuangan sampah dengan daerah lain secepat mungkin karena semua pembuangan sampah di Tangsel saat ini ada di satu tempat, yaitu di TPA Cipeucang.
Akibatnya terjadi penumpukan luar biasa. Tonase nya juga meningkat, apalagi setelah lebaran Idul Fitri.
“Ini harus segera dicarikan solusi cepat dan langkah yang tepat, bukan lagi berkutat di negosiasi,” jelas Julham.
Menurutnya, kontrak kerja sama harus segera direalisasikan, agar ada tempat untuk pembuangan sampah sehingga tidak terjadi penumpukan luas biasa.
“Sekarang pembuangan sampah ke luar daerah sudah tidak ada, sementara penambahan sampah terus berjalan,” pungkasnya.
Sementara, saat wartawan hendak mengkonfirmasi terkait hal ini kepada Kepala UPTD TPA Cipeucang, Desna Gera Andika, yang bersangkutan sedang tidak ada di lokasi.
Menurut keterangan salah satu staf di UPTD tersebut, Desna sedang sakit dan tengah jalani pengobatan. (Red)






















