Tangsel, HALOBANTEN.COM – Massa keroyok debt collector di Serpong, pada Rabu (5/4/2023).
Polres Tangerang Selatan (Tangsel) tangkap lima pelaku pengeroyokan terhadap dua dept collector tersebut.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Aldo Primananda Putra mengatakan, saat ini pihaknya telah mengamankan kelima pelaku kasus pengeroyokan tersebut.
Penyidik masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang terlibat dalam kasus tersebut.
“Tim Opsnal Reskrim masih melakukan pengejaran pelaku-pelaku lainnya yang terlibat melakukan kekerasan fisik secara bersama-sama terhadap korban,” ucapnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Tangerang Selatan Ipda Galih menuturkan bahwa peristiwa penganiayaan dan pengeroyokan tersebut terjadi pada hari Rabu (5/4/2023).
“Untuk lokasi (pengeroyokan) di Jalan Raya Rawa Buntu (jembatan di atas Stasiun Rawa Buntu) Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan,” kata Galih.
Galih menjelaskan, korban yang sedang menjalankan tugasnya sebagai debt collector diduga tengah menarik mobil yang dikendarai seorang warga yang diduga menunggak angsurannya.
“Karena pengendara mobil tersebut menolak ditarik mobilnya kemudian meminta bantuan kawan-kawannya, sehingga korban mengalami kekerasan fisik secara bersama-sama oleh sekelompok orang tersebut,” jelas Galih
Sebelumnya, seorang pria paruh baya diduga debt collector dikeroyok oleh warga di Stasiun Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Rabu 5 April 2023, sekitar pukul 14.30 WIB.
Aksi pengeroyokan itu terekam dalam video berdurasi 27 detik yang tersebar di media sosial.
Video itu memperlihatkan seseorang pria paruh baya yang mengenakan sweater berwarna coklat dan celana jeans hitam dikerumuni massa.

Kondisi pria itu sudah tak berdaya dan berlumuran darah di bagian wajahnya.
Pria paruh baya itu diduga hendak menarik mobil warga yang menunggak cicilan.
Namun aksi itu malah membuatnya menjadi bulan-bulanan warga.
“Ikat, ikat, bawa-bawa jangan dilepasin. Bakar-bakar!” ucap seorang pria dalam video itu.
“Kalo rame-rame belagu lu!” teriak seorang wanita.
Kemudian dalam video lain berdurasi 30 detik, pria yang diketahui bernama Paulus Paliama itu, mengaku ditangkap, diikat dan dipukuli bagian kepalanya oleh sejumlah pria.
“Iya (pria) itu yang baju biru yang tangkap dan diikat saya, dipukul bagian kepala. Terus ada juga (pria) yang badannya kecil,” ucapnya.
Akibat dari peristiwa tersebut, ratusan mata elang rekan korban menggeruduk Mapolres Tangerang Selatan menuntut agar pelaku pemukulan segera ditangkap.
Sementara itu, Kapolres Kota Tangerang Selatan AKBP Faisal Febrianto mengatakan, pihaknya sudah berdiskusi dengan Kapolda Metro Jaya untuk menangkap semua pelaku yang melakukan pengeroyokan.
“Intinya kami menjamin akan menangkap semua pelaku, kasih kami waktu secepatnya akan kami tangkap,” ucapnya singkat.
(Jek)

















