Bandung, HALOBANTEN.COM – Polri merilis identitas dan wajah terduga pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Kota Bandung Jawa Barat.
Terduga pelaku terungkap bernama Agus Sujatno (34). Pelaku beralamat di wilayah Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung Jawa Barat.
Agus Sujatno memiliki nama alias Abu Muslim bin Wahid. Pelaku lahir di Bandung, 24 Agustus 1988.
Kakek tirinya, Supono (84) membenarkan bahwa Agus Sujatno merupakan cucunya dan pelaku bom bunuh diri.
Supono menegaskan wajah pada mayat yang tubuhnya terpotong saat aksi bom bunuh diri tersebut terjadi adalah cucunya.
“Ya betul, itu Agus. Dia cucu tiri saya,” tegas Supono kepada pewarta, Rabu (07/12/2022).
Supono sudah bersedia memberikan informasi itu kepada awak media.
Dia menyebut, Agus telah lama meninggalkan rumah di Bandung sampai akhirnya terungkap jika pelaku menetap di Sukaharjo, Jawa Tengah.
“Dia udah lama nggak di rumah, nikah juga nggak ngasih tahu,” kata Supono.
“Hanya ngabarin aja kalau si Agus ini sekarang tinggalnya di Sukaharjo di Jawa Tengah,” tuturnya.
Agus merupakan mantan napi teroris (Napiter) yang mendekam di Lapas Nusakambangan pada 2017. Agus lalu bebas bersyarat pada 2021.
Agus juga terafiliasi jaringan teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
“Pelaku adalah mantan Napi teroris, Agus Sujatno,” kata Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di depan Mapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (07/12/2022).
Agus Sujatno termasuk mantan Napi yang sulit di deradikalisasi sehingga statusnya masih ‘merah.’
“Yang bersangkutan ini sebelumnya di tahan di LP Nusakambangan. Artinya dalam tanda kutip masuk kelompok masih merah.”
“Maka proses deradikalisasi perlu teknik dan taktik berbeda karena yang bersangkutan masih susah diajak bicara, cenderung menghindar, walaupun sudah melaksanakan aktivitas,” ujar Listyo.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Boy Rafli Amar mengatakan, pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar bergerak sendiri alias lone wolf.
Hal ini berdasarkan hasil penyelidikan sementara oleh pihak-pihak terkait.
“Sementara iya, itu sementara iya lone wolf,” ujar Boy Rafli Amar, Rabu (07/12/2022).
Pihaknya masih mendalami terkait masuk jaringan terorisme apa pelaku yang menyerang Polsek Astana Anyar tersebut.
“Tapi penyelidikannya adalah siapa yang membantu dia, gitu,” katanya.
Sebelumnya, teror bom bunuh diri terjadi di Polsek Astana Anyar Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (07/12/2022) pagi menelan korban.
Bom bunuh diri menyebabkan satu orang pelaku tewas di lokasi ledakan.
Bom bunuh diri juga menyebabkan satu anggota polisi gugur saat dalam penanganan medis di rumah sakit.
Sementara, delapan anggota polisi dan satu orang warga sipil mengalami luka.
“Iya di Astana Anyar,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan melalui sambungan telpon seluler.
“Dugaan bom bunuh diri, terjadi sekitar pukul 08.25 WIB,” jelasnya. (PMJ/DAR/JEK)















