News » BANTEN » PROVINSI BANTEN » Halaman 2

Saksi Ungkap Kepala DLH Tangsel Panik dan Hancurkan HP Sesaat Sebelum Digeledah Penyidik

Sidang Lanjutan Korupsi Sampah DLH Tangsel Rp 75,9 M

Serang, HALOBANTEN.COM – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi sampah pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH Tangsel), Banten, Tahun Anggaran 2024 senilai Rp 79,5 miliar menghadirkan fakta mengejutkan di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (12/11/2025). Wahyunoto Lukman, yang kala itu menjabat Kepala DLH Tangsel, terungkap sempat panik dan menghancurkan telepon genggam (HP) nya sendiri sesaat sebelum penyidik Kejaksaan Tinggi Banten tiba untuk melakukan penggeledahan.

Fahri Akbar, sopir pribadi Wahyunoto Lukman, menyampaikan kesaksian ini saat bersaksi untuk terdakwa Wahyunoto Lukman, mantan Kasi Pengelolaan Sampah Tangsel Zeky Yamani, Direktur Utama PT Ella Pratama Perkasa (EPP) Sukron Yuliadi Mufti, dan Kabid Kebersihan DLH Kota Tangsel Tb Aprliadhi Kusumah Perbangsa.

Kepala DLH Tangsel Alami Kepanikan Hebat

Fahri Akbar menyatakan bahwa Wahyunoto Lukman menunjukkan tanda-tanda kepanikan yang jelas saat mengetahui informasi kedatangan penyidik. Kepanikan ini mendorongnya melakukan upaya penghilangan barang bukti.

“Saya dipanggil oleh Pak Wahyunoto Lukman, beliau agak sedikit panik,” ungkap Fahri di hadapan ketua majelis hakim Mochammad Ichwanuddin dan anggota.

Menurut Fahri, pimpinannya itu secara spesifik meminta ia mengambil sebuah palu. Palu tersebut untuk merusak telepon genggamnya. “Minta ambilkan palu untuk menghancurkan handphone-nya. Mereknya Samsung Z Fold,” jelasnya.

Penyidik menduga tindakan perusakan ini sebagai upaya menghilangkan jejak digital terkait dugaan korupsi sampah yang sedang berjalan.

Pertemuan Sebelum Penggeledahan dan Proyek Fiktif

Sebelum kejadian perusakan HP dan penggeledahan di kantor DLH Tangsel sekitar pukul 14.00 WIB, Fahri menyebut Wahyunoto Lukman sempat mendatangi kediaman Zeky Yamani.

“Setelah apel hari Senin, saya mengantarkan Pak Wahyunoto bertemu Pak Zeki Yamani, cuma saya tidak tahu apa yang mereka bicarakan,” kata Fahri.

Fakta lain yang terungkap dalam sidang lanjutan ini adalah keterangan saksi Dirut CV Bank Sampah Induk Rumpintama (BSIR), Agus Syamsudin. Agus mengaku CV BSIR didirikan pada Februari 2024 oleh Wahyunoto bersama pihak PT EPP. Tujuan pendirian perusahaan ini yakni untuk menjalankan proyek pengelolaan sampah di Desa Cibodas, Rumpin, Kabupaten Bogor.

Namun, Agus menegaskan bahwa proyek pengelolaan sampah itu tidak terlaksana karena mendapat penolakan dan demonstrasi dari warga setempat.

Meskipun pekerjaan tidak berjalan, Agus mengungkapkan bahwa Zeky Yamani menyodorkan kwitansi senilai Rp12 miliar kepadanya. Agus menolak menandatangani kwitansi tersebut. “Tidak saya tanda tangani karena pekerjaan tidak terlaksana,” pungkas Agus. Kesaksian Agus menguatkan dugaan adanya transaksi pembayaran untuk pekerjaan fiktif dalam kasus korupsi sampah DLH Tangsel ini.

Saksi lainnya, Kepala Unit Pelaksana Teknis Tempat Pemrosesan Akhir (UPT TPA) Cipeucang, Desna Gera Andika, memberikan keterangan krusial mengenai proses pengangkutan limbah.

Kepala UPT TPA Cipeucang Tak Tahu Lokasi Pembuangan Sampah Oleh PT EPP

Desna Gera Andika menerangkan bahwa kegiatan pengangkutan sampah dari TPA Cipeucang dilaksanakan oleh PT EPP. Namun, ia mengakui tidak menguasai secara menyeluruh detail pengelolaan yang PT EPP kerjakan.

“PT EPP melaksanakan pengangkutan,” jelas Desna.

“Keterangan mengenai (keterlibatan) PT EPP saya peroleh dari Bapak Wahyunoto dan Bapak Tb Apriliadhi,” tambah Desna, memberikan petunjuk mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam menunjuk perusahaan tersebut.

Lebih lanjut, Desna juga menyingkap metode penghitungan volume sampah yang menjadi dasar pembayaran. Desna menguraikan bahwa penghitungan tonase sampah terlaksana setiap hari melalui cara manual.

“Pencatatan kami lakukan secara manual,” ungkapnya.

Kendati mengetahui pihak yang mengangkut, Desna menyampaikan bahwa ia tidak mempunyai pengetahuan tentang lokasi akhir pembuangan sampah yang PT EPP tuju. “Saya tidak mengetahui lokasi pembuangan sampah yang PT EPP gunakan,” tegasnya.

Keterangan ini memperjelas celah informasi dalam rantai pengelolaan sampah yang kini menjadi fokus utama dalam sidang lanjutan kasus korupsi sampah DLH Tangsel.

(*/Red)

  • All
  • BANTEN
  • LEBAK - PANDEGLANG
  • NASIONAL
  • SERANG RAYA

Sindikat Pembobol Rumah di Baros Serang Terbongkar, Empat Pelaku Diringkus Polisi

Serang, HALOBANTEN.COM – Sindikat pembobol rumah Baros Kabupaten Serang Banten terbongkar setelah Polresta Serang Kota menangkap empat pelaku, termasuk dua penadah. Polisi juga masih memburu seorang penadah lain yang masuk daftar pencarian orang. Selanjutnya, Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria menjelaskan pengungkapan kasus berawal dari laporan warga berinisial DD. Korban kehilangan dua telepon genggam […]

Sindikat Curanmor di Serang Banten Terbongkar, Polisi Ungkap Aksi di 17 Lokasi

Serang, HALOBANTEN.COM – Sindikat Curanmor di Serang Banten terbongkar setelah Polresta Serang Kota menangkap seorang pelaku berinisial MF (36). Polisi juga menyita enam sepeda motor hasil kejahatan dan memburu dua anggota komplotan lainnya. Selanjutnya, Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria menjelaskan pengungkapan kasus berawal dari laporan kehilangan sepeda motor di Kramatwatu. Korban kehilangan kendaraan […]

Lebak Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Perpanjang Status Dua Pekan

Lebak, HALOBANTEN.COM – Lebak siaga darurat kekeringan setelah kemarau memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lebak memperpanjang status siaga darurat selama dua pekan. Sekretaris BPBD Lebak, Feby Rizki Pratama, menyebut kondisi kekeringan terus meluas. Pemkab mengambil langkah tersebut karena kebutuhan air bersih semakin meningkat. Sementara itu, BPBD mencatat 18 desa […]

Pemprov DKI Jakarta Kucurkan Rp1 Triliun Bangun Peternakan Ciangir Tangerang

Tangerang, HALOBANTEN.COM – Pemprov DKI kucurkan Rp1 triliun untuk mengembangkan lahan seluas 100 hektare di Desa Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang, Jumat (31/7/2026). Karena itu, kawasan tersebut akan menjadi pusat peternakan dan ketahanan pangan Jakarta. Selanjutnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut investasi hampir Rp1 triliun akan mempercepat pembangunan kawasan peternakan terpadu. Program itu mencakup sapi, […]

Gubernur DKI Pramono Bantah Ciangir Tangerang Jadi Tempat Sampah Jakarta

Tangerang, HALOBANTEN.COM – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bantah lahan di Desa Ciangir Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang Banten jadi tempat sampah Jakarta. Hal itu Pramono ungkapkan saat meninjau lahan 100 hektare milik Pemprov DKI di Legok, Kabupaten Tangerang, Jumat (31/7/2026). Kawasan itu justru menjadi pusat ketahanan pangan yang melibatkan sektor peternakan, pertanian, dan pengolahan organik. […]

414 Dapur MBG Bermasalah, BGN Kembalikan Rp311 Miliar ke Kas Negara

Jakarta, HALOBANTEN.COM – Sebanyak 414 Dapur MBG menjadi temuan utama Badan Gizi Nasional (BGN) dalam evaluasi rekening virtual account (VA) program Makan Bergizi Gratis (MBG). Karena itu, BGN mengembalikan dana negara sebesar Rp311,24 miliar ke kas negara dan menyerahkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan pemeriksaan berlangsung terhadap seluruh rekening virtual […]