panitia tujukan kepada seluruh Ketua Cabang Olahraga se-Kota Tangerang Selatan, dengan menyertakan daftar nama sebagai lampiran.
Ketidakhadiran Pimpinan Daerah Kota Tangsel pada gelaran Musorkot IV menjadi penyebab utama penundaan. Informasi ketidakhadiran ini didasarkan pada balasan yang Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang Selatan kirim melalui surat Nomor: 421/314/Dispora/Desember 2025, tertanggal 3 Desember 2025, perihal permohonan izin kegiatan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian Kodrat Kota Tangsel, Adji Ekawarman Hassan, menyatakan, jika melihat ini sebagai kesalahan teknis. Alasan pembatalan atau penundaan acara Musorkot IV KONI Tangsel yang terkesan mendadak menunjukkan ketidakpahaman panitia menyelenggarakan acara Musorkot.
“Penundaan yang OC dan TPP lakukan dapat juga kita sebut gagap dalam berorganisasi. Namun, jika ini merupakan hal yang sengaja panitia lakukan untuk mengacaukan acara, maka eksesnya sangat tidak baik bagi kehidupan berorganisasi,” papar Adji, saat jurnalis meminta tanggapan pada Kamis (4/12/2025).
Adji menjelaskan, Pemerintah Daerah (Pemda) seharusnya tidak dapat mengintervensi pelaksanaan Musorkot, baik itu memengaruhi jalannya Muskot ataupun menunda atau membatalkannya.
Saat jurnalis menanyakan realisasi anggaran Hibah untuk Cabor KONI, Adji menjawab realisasi memang terlaksana. “Tetapi tidak merata ke semua Cabor, hanya ke cabor-cabor tertentu saja,” ungkapnya. “Untuk hal ini, dapat tanyakan langsung ke para cabor dan konfirmasikan ke Sekretariat. Dapat kita rasakan adanya ketidakadilan terhadap cabor-cabor tertentu,” pungkasnya.
(Jek/Red)















