Setu, HALO BANTEN – Warga RT 009 RW 04 Kelurahan Keranggan Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Banten, dihantui longsor susulan. Menyusul adanya peristiwa ambrolnya pagar dan turap penahan tebing akibat terbawa longsor saat hujan lebat mengguyur wilayah itu, Jumat (23/9/2022).
Sanian, Ketua RT 009 RW 04 Kelurahan Keranggan Kecamatan Setu Tangsel Banten menuturkan, pihaknya telah memberikan himbauan kepada warga agar tidak melintasi ruas jalan yang nyaris terbawa longsor.
Himbauan disampaikan karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan. Mengingat kontur tanah di area longsor sangat berbahaya. Di tambah lagi saat ini sedang kerap terjadi hujan dengan intensitas cukup tinggi.
“Saya sudah menghimbau warga agar tidak terlalu mendekati lokasi longsor dan hindari jalan yang hampir terseret longsor, ngeri ada longsor susulan,” kata ketua RT yang akrab dipanggil Piter ini kepada halobanten.com, Jumat (23/9/2022).
Seperti telah diberitakan, pagar dan tembok turap penahan tebing sepanjang sekitar 30 meter di RT 009 RW 04 Kelurahan Keranggan Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Banten, ambrol terbawa longsor, Jumat (23/9/2022). Longsor terjadi saat wilayah itu diguyur hujan lebat.
Pantauan di lokasi, ada dua turap penahan tebing yang ambrol. Yakni turap bagian atas dan bagian bawah. Kedua turap itu ambrol menimbun kali Salak dan empang milik warga yang ada di bawah tebing setinggi sekitar 10 meter tersebut.
Ketua RT 009 RW 04 Sanian, mengatakan, pagar turap itu ambrol saat terjadi hujan lebat. Panjang turap sekitar 30 meter, dan tinggi tebing sekitar 10 meter. “Ada dua turap yg ambrol, bagian atas sama bagian bawah,” ujar ketua RT yang akrab di sapa Peter ini kepada halobanten.com.
Tanah yang terbawa longsor cukup luas karena longsoran tersebut mencapai batas jalan konblok. “Ini longsornya sampai jalan konblok yang biasa dilalui warga, untungnya saat kejadian ga ada warga yang melintas lewat sini,” kata ketua RT Sanian.
Dia mengatakan, Pagar turap itu dibangun oleh Pemerintah sekitar dua tahun silam. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan tidak ada bangunan rumah yang terkena longsor, namun saat ini warga masih dihantui longsor susulan.
“Kami takut ada longsor susulan, makanya saya sama warga lakukan antisipasi,” pungkasnya. (JEK)























