Fraksi PSI DPRD Tangsel: Angka Pengangguran di Tangsel Tinggi, Perusahaan Besar Banyak Pekerjakan Tenaga Asing Dibanding Pekerja Lokal

Setu, HALOBANTEN.COM- Angka pengangguran di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih cukup tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada tahun 2020, jumlah pengangguran di daerah itu berdasarkan tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) sebanyak 3418, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 5729, Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 41.556, dan Perguruan Tinggi sebanyak 19.869 dengan total sebesar 70.572 penduduk.

Berdasarkan data di atas, kebanyakan pengangguran berasal dari lulusan SMA. Jika dibandingkan antara lulusan SMA maupun SMK, mereka yang merupakan lulusan SMK akan mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk memiliki skill kerja. Sebab pendidikan yang mereka tempuh, memang sudah dipersiapkan untuk menekuni satu keahlian tertentu.

Kondisi itu mendpat sorotan serius dari Ketua Fraksi PSI DPRD Tangsel Alexander Prabu. Dia mengatakan, pengangguran merupakan persoalan yang menjadi perhatiannya. Padahal Tangerang Selatan merupakan kota yang memiliki diferensiasi lapangan kerja.

BACA JUGA

“Kita tahu saat ini pengangguran masih tinggi di Tangerang Selatan, tapi kita juga tahu kalau di Tangsel ini pekerjaannya terdiversifikasi, artinya beragam, tidak hanya satu atau beberapa bidang, tetapi banyak, semestinya ini menjadi kesempatan untuk menyerap angkatan kerja di Tangsel,” ujarnya.

Menurutnya, tingkat pengangguran terbuka di Tangsel. Dimana Per 2021 masih 8,98 persen. Padahal di wilayah itu terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,77 persen.

Dia menyinggung hubungan antara pertumbuhan ekonomi dengan tingkat pengangguran. Menurutnya, tingkat pengangguran akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

“Padahal, pertumbuhan ekonomi itu dihitung dengan PDRB yang mana salah satu komponennya adalah tenaga kerja, jika memang PDRB Tangerang Selatan tinggi, tetapi pengangguran masih tinggi juga, berarti kita memiliki permasalahan tenaga kerja di sini,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dia peroleh, kebanyakan tenaga kerja di Tangsel pada tahun 2021 terserap pada bidang perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, bidang pertanian, kehutanan dan perikanan.

“Data ini seharusnya dapat menjadi referensi bagi peningkatan skill maupun kemampuan angkatan kerja, sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja,” lanjutnya.

Penyerapan tenaga kerja di Tangerang Selatan tahun 2021 didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 23,36 persen, industri pengolahan 20,80, serta pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 11,10 persen.

Selain menyoroti jumlah pengangguran yang masih tinggi, Ketua Fraksi PSI ini pun turut menyorot ke jumlah SDM di Tangerang Selatan yang belum terpakai sepenuhnya. Dia mengatakan bahwa masih banyak perusahaan-perusahaan di Tangsel yang cenderung lebih memilih tenaga kerja asing dibandingkan tenaga kerja lokal.

“Banyak perusahaan yang sebenarnya enggan untuk investasi lebih ke tenaga kerja asing, namun tidak bisa dipungkiri bahwa kita masih kekurangan tenaga kerja spesialis, khususnya di Tangsel,” jelasnya.

Menurut data yang didapatkannya dari Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI, dari se-Tangerang Raya, Kota Tangerang Selatan menduduki peringkat teratas untuk WNA yang memiliki kartu izin tinggal terbatas (Kitas).

“Untuk dominasi WNA di Tangsel, kebanyakan merupakan warga dari China, Korea, dan India,” tuturnya.

Sedangkan menurut data yang diolah dari Disnaker, kata Alex, para pekerja asing biasanya mengisi formasi jabatan eksekutif di perusahaan ataupun industri yang ada. Tak sedikitpun dari mereka yang diminta untuk mengisi jabatan sebagai tenaga pendidik di sekolah internasional.

Melihat besarnya persaingan untuk mencari kerja bagi tenaga kerja lokal, dia mengaku kekhawatir akan SDM lokal yang kurang mampu bersaing sehingga sering kalah bersaing dengan TKA. “Yang saya pertanyakan kenapa banyak angkatan kerja yang tidak terserap, apakah sumber daya manusia di Tangsel ini tidak dapat memenuhi kriteria industri dan perusahaan?” tanya anggota Komisi IV DPRD Tangsel ini.

Menyikapi hal ini, maka Dinas Ketenagakerjaan harus mulai meningkatkan kualifikasi dan skill para angkatan kerja yang belum mendapatkan pekerjaan.

Diambil dari website Disnaker, tiga skill utama yang dibutuhkan untuk mencari pekerjaan di tengah adalah, skill teknologi. Di mana setidaknya seseorang mampu melakukan research melalui internet.

Kemudian, skill media sosial, dimana sosial media merupakan platform terbesar untuk melakukan pemasaran dan memperluas jaringan dan terakhir skill berbahasa. Kemampuan berbahasa biasanya menjadi nilai tambah dan banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan besar.

“Mereka yang mendapatkan pelatihan dari Disnaker, selain mendapatkan skill tambahan, kita pun dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri mereka untuk berani berkembang dan untuk tidak takut bersaing dengan TKA,” tutupnya. (*)

*Isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

BERITA LAINNYA

  • All
  • TANGERANG RAYA

Perempuan Tak Bisa Keluar dari Daycare Tangsel, Polisi Dalami Dugaan Penguncian

Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Perempuan tak bisa keluar dari daycare Tangsel memicu penyelidikan Polsek Ciputat Timur setelah laporan masuk melalui Call Center 110 Polri pada Senin (20/7/2026) malam. Laporan perempuan tak bisa keluar dari daycare Tangsel membawa personel piket fungsi Polsek Ciputat Timur ke sebuah bangunan di Jalan Cendrawasih V No. 134, Kelurahan Sawah Baru, […]

Anggota TNI AD Tewas di Kelapa Dua Tangerang, Polisi Temukan Sejumlah Luka Tusuk

Tangerang, HALOBANTEN.COM – Kasus anggota TNI AD tewas di Kelapa Dua Kabupaten Tangerang Banten menyita perhatian masyarakat. Prajurit Dua (Prada) Arif Budi Sampurna ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusuk di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Minggu, (19/7/2026). Korban merupakan personel Yon TP 804/Nabire yang menjalankan tugas bantuan personel di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Warga menemukan jasad […]

Kemarau Panjang di Kabupaten Tangerang, Pemkab Siaga Kebakaran

Tangerang, HALOBANTEN.COM – Kemarau panjang di Kabupaten Tangerang Banten, menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Tangerang saat apel pagi di Lapangan Raden Arya Yudhanegara, Tigaraksa, Senin, (20/7/2026). Asisten Daerah III Bidang Hukum, Administrasi, dan Umum, Firzada Mahalli, memimpin apel sekaligus menyampaikan sejumlah arahan kepada seluruh aparatur sipil negara. Firzada mengawali arahannya dengan mengapresiasi keberhasilan Kafilah Kabupaten […]

Kebakaran Gudang di Benda Tangerang, Brimob Bantu Padamkan Api

Tangerang, HALOBANTEN.COM – Kebakaran gudang di Benda Kota Tangerang Banten, tepatnya di Jalan Perancis, menghanguskan tiga bangunan pergudangan, Minggu, (19/7/2026). Personel Satbrimob Polda Metro Jaya bergerak cepat membantu proses pemadaman hingga situasi kembali terkendali. Api mulai muncul sekitar pukul 18.27 WIB. Petugas akhirnya menguasai kobaran api sekitar pukul 23.00 WIB setelah bekerja selama lebih dari […]

Larangan Pungli Damkar Tangsel Diperketat, Petugas Minta Uang Terancam Putus Kontrak

Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Larangan pungli Damkar Tangsel semakin diperketat. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Ahmad Dohiri, menegaskan seluruh layanan penyelamatan wajib bebas pungutan. Setiap petugas harus mengutamakan pelayanan kepada masyarakat tanpa meminta imbalan dalam bentuk apa pun. Selain itu, larangan pungli Damkar Tangsel berlaku untuk seluruh personel tanpa pengecualian. Ahmad […]

Jual Obat Keras Tanpa Izin, Pria Asal Sepatan Tangerang Diciduk Polisi

Tangerang, HALOBANTEN.COM – Kasus jual obat keras tanpa izin kembali terungkap di Kabupaten Tangerang. Satresnarkoba Polresta Tangerang menangkap AIS, 32 tahun, warga Desa Pondok Jaya, Kecamatan Sepatan, pada Kamis, 16 Juli 2026. Penangkapan berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas peredaran obat keras di wilayah tersebut. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga menemukan tersangka beserta barang […]