Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan terus meningkatkan upaya penanganan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyatakan bahwa sejak awal 2025, tercatat 241 laporan kekerasan, dan sekitar 50% kasus sudah ditangani melalui pendampingan psikologis.
Untuk mempercepat penanganan, Pemkot Tangerang Selatan mengoptimalkan layanan darurat Tangsel Siaga 112 atau WhatsApp 0813-8020-1112 yang beroperasi 24 jam.
Hotline ini akan menjadi saluran cepat bagi warga untuk melaporkan kasus kekerasan. Laporan yang masuk akan langsung tim di Command Center Diskominfo proses.
Sebagai upaya pencegahan, Pemkot Tangerang Selatan juga akan menayangkan identitas pelaku kekerasan yang sudah berkekuatan hukum tetap. Untuk korban yang pendidikannya terganggu akibat trauma, Pemkot menyiapkan program homeschooling.
Benyamin Davnie menegaskan bahwa penanganan kekerasan ini akan melibatkan berbagai pihak secara terpadu, seperti kepolisian, kejaksaan, dinas sosial, dan tenaga medis. Pihaknya akan meningkatkan sosialisasi di sekolah dan madrasah untuk mendorong anak-anak berani melapor tanpa rasa takut.
(Jek/Red)















