Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Suasana Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Provinsi Banten mendadak sunyi.
Banner dan spanduk politik yang tadinya mewarnai jalanan kini mulai di turunkan.
Ya, hari ini menandakan mulainya masa tenang Pemilu 2024, sebuah jeda sebelum pencoblosan dan pemungutan suara pada tanggal 14 Februari nanti.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, memimpin apel siaga pengawasan masa tenang dan pencoblosan serta penghitungan suara.
Ia menginstruksikan Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, BPBD, dan aparat kewilayahan untuk membantu Bawaslu menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK).
“Simpan saja dulu APK-nya sampai selesai masa pencoblosan dan penghitungan,” tegas Benyamin.
“Jangan didistribusikan, takut pihak lain ada yang memanfaatkan,” kata Benyamin.
“Buat berita acara penyimpanannya. Nanti untuk pemusnahannya, saya minta bantuan Kejaksaan Negeri untuk memastikan unsur-unsur hukumnya terpenuhi,” jelas Benyamin.
Benyamin mengapresiasi semua pihak yang telah menjaga keamanan dan kedamaian selama masa kampanye.
Ia juga memuji kinerja KPU dan Bawaslu dalam memastikan kelancaran proses Pemilu.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Tangerang Selatan, Muhammad Acep, menyatakan bahwa pihaknya tidak menerima laporan penurunan APK dari peserta Pemilu.
Oleh karena itu, Bawaslu bersama Satpol PP dan Kepolisian akan melakukan penertiban secara keseluruhan.
“Masyarakat juga bisa membantu menertibkan APK,” imbau Acep.
“Mari kita jaga bersama agar Pemilu 2024 di Tangerang Selatan berjalan dengan lancar dan damai,” ajak dia.
Suasana hening menyelimuti kota, namun di baliknya, energi demokrasi bersiap untuk meledak.
Masa tenang ini menjadi momen refleksi bagi para pemilih sebelum menentukan pilihan mereka.
Pada tanggal 14 Februari, suara rakyat akan menentukan arah bangsa. “Mari kita jaga bersama pesta demokrasi ini dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.
(Red)
























