langkah penanganan berjalan optimal.
Namun demikian, Bahlil membantah anggapan bahwa gangguan listrik terjadi akibat kekurangan pasokan batu bara. Ia menjelaskan pemerintah telah menugaskan perusahaan tambang untuk memenuhi kebutuhan batu bara PLN yang mencapai sekitar 154 juta ton per tahun.
Karena itu, ia menilai persoalan yang terjadi lebih berkaitan dengan aspek teknis operasional dan distribusi logistik dalam sistem kelistrikan.
PLN Ungkap Penyebab Gangguan Kelistrikan
Di sisi lain, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat pemadaman listrik bergilir ini.
Menurut Darmawan, gangguan bermula dari kendala operasional pada dua unit pembangkit besar milik perusahaan listrik swasta (Independent Power Producer atau IPP). Pembangkit besar ini keluar dari sistem kelistrikan Jawa.
Akibat kondisi tersebut, PLN melakukan manajemen beban di sejumlah wilayah untuk menjaga stabilitas sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas.
Saat ini, PLN bersama mitra pembangkit terus mengerahkan sumber daya teknis guna mempercepat proses perbaikan.
PLN Perkuat Pasokan Energi Primer
Selain fokus pada pemulihan pembangkit, PLN juga mempercepat penguatan rantai pasok energi primer, khususnya batu bara jenis MRC. Batu bara jenis ini menjadi kebutuhan sejumlah pembangkit strategis.
PLN menyebut proses kontrak dan pengaturan logistik bersama perusahaan pemasok terus berlangsung secara

















