Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, MPR dan Pemerintah Desak PLN Percepat Pemulihan Sistem

Jakarta, HALOBANTEN.COM – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa memicu respons dari berbagai pihak. Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta PT PLN (Persero) sama-sama mendorong percepatan penanganan gangguan.

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengungkapkan bahwa pemadaman listrik bergilir tidak hanya terjadi di Jawa, tetapi juga mendapat laporan dari sejumlah daerah lain di Sumatra dan Bali.

Menurut Eddy, persoalan tersebut diduga berkaitan dengan keterbatasan pasokan batu bara jenis Medium Rank Coal (MRC) yang digunakan sejumlah pembangkit listrik. Akibatnya, pengelola sistem kelistrikan harus melakukan pengaturan beban listrik di beberapa wilayah.

BACA JUGA

Selain itu, Eddy menilai kondisi tersebut tidak seharusnya terjadi mengingat Indonesia merupakan salah satu negara penghasil batu bara terbesar di dunia. Karena itu, ia meminta PLN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai pasok energi primer agar gangguan serupa tidak kembali muncul.

Ia juga mendorong Kementerian ESDM mempercepat proses perizinan produksi batu bara serta memperketat pengawasan terhadap perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban pasokan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO).

Lebih lanjut, Eddy memandang gangguan kelistrikan saat ini sebagai momentum untuk mempercepat transisi energi nasional melalui pengembangan sumber energi terbarukan sesuai arah kebijakan pemerintah.

Bahlil Instruksikan PLN Lakukan Mitigasi Cepat

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta PLN segera mengambil langkah mitigasi yang terukur dan komprehensif guna mengakhiri pemadaman listrik bergilir yang dikeluhkan masyarakat.

Menurut Bahlil, persoalan teknis dalam sistem kelistrikan berada dalam kewenangan PLN sehingga penyelesaiannya harus berlangsung cepat dan efektif.

Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo untuk memastikan langkah penanganan berjalan optimal.

Namun demikian, Bahlil membantah anggapan bahwa gangguan listrik terjadi akibat kekurangan pasokan batu bara. Ia menjelaskan pemerintah telah menugaskan perusahaan tambang untuk memenuhi kebutuhan batu bara PLN yang mencapai sekitar 154 juta ton per tahun.

Karena itu, ia menilai persoalan yang terjadi lebih berkaitan dengan aspek teknis operasional dan distribusi logistik dalam sistem kelistrikan.

PLN Ungkap Penyebab Gangguan Kelistrikan

Di sisi lain, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat pemadaman listrik bergilir ini.

Menurut Darmawan, gangguan bermula dari kendala operasional pada dua unit pembangkit besar milik perusahaan listrik swasta (Independent Power Producer atau IPP). Pembangkit besar ini keluar dari sistem kelistrikan Jawa.

Akibat kondisi tersebut, PLN melakukan manajemen beban di sejumlah wilayah untuk menjaga stabilitas sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas.

Saat ini, PLN bersama mitra pembangkit terus mengerahkan sumber daya teknis guna mempercepat proses perbaikan.

PLN Perkuat Pasokan Energi Primer

Selain fokus pada pemulihan pembangkit, PLN juga mempercepat penguatan rantai pasok energi primer, khususnya batu bara jenis MRC.  Batu bara jenis ini menjadi kebutuhan sejumlah pembangkit strategis.

PLN menyebut proses kontrak dan pengaturan logistik bersama perusahaan pemasok terus berlangsung secara intensif dengan dukungan Kementerian ESDM.

Menurut Darmawan, pasokan batu bara ke berbagai PLTU di sistem Jawa mulai mengalir. Sehingga mampu memperkuat kesiapan operasional pembangkit dan meningkatkan cadangan daya sistem.

Sebagai penutup, PLN kembali menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak. Pihaknya memastikan seluruh upaya pemulihan terus berlangsung agar pasokan listrik nasional kembali normal dan andal.

(SUR)

BERITA LAINNYA