Lalu, evaluasi dan revisi lagi daftar rekanan yang tidak berkualitas dan berpotensi menimbulkan kebocoran anggaran.
Uten Kritik Dinas Pariwisata: Hasilnya Gak Ada?
Sementara, terkait penjelasan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie yang menjawab sejumlah kejanggalan seperti diungkap oleh Leony, seorang artis yang tinggal di Tangsel, Uten mengatakan bahwa penjelasan boleh saja tapi menurutnya hal itu sama sekali tidak atau belum menjawab persoalan dasar.
“Mengapa anggaran bisa sebesar itu? Bagaimana bisa anggaran makan RSUD sampai Rp66 miliar? Perjalanan dinas dan promosi wisata sampai Rp117 miliar bagaimana mungkin? Perjalanan dinas macam apa?” tanya Uten.
Dia merasa heran apakah semahal itu biaya hotel dan pesawat untuk keliling Nusantara? Apa masih penting program perjalanan dinas semahal itu?
Promosi wisata seperti apa, hasilnya juga gak ada? “Dinas pariwisata Tangsel gak ada kerjaan kok?!” cetus tokoh budayawan Tangsel ini.















