Kota Tangerang, HALOBANTEN.COM – Guna mengantisipasi terjadinya gangguan pelaksanaan Pilkada Kota Tangerang pada 27 November 2024 nanti, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tangerang meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat agar memindahkan 93 tempat pemungutan suara (TPS) yang rawan banjir.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Bawaslu Kota Tangerang, Komarullah seusai Rapat Koordinasi Launching Pemetaan Kerawanan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Tahun 2024 di salah satu Hotel di Kota Tangerang, Provinsi Banten, Jumat (22/11/2024).
Itu terjadi, katanya, karena pada pelaksanaan Pemilu 2024 lalu, di TPS-TPS tersebut terjadi banjir, sehingga mengganggu jalannya pencoblosan.
Bahkan adapula beberapa TPS di Kecamatan Larangan yang sempat melakukan pemilihan ulang, karena banjir di TPS itu ketinggiannya mencapai satu meter.
“Kami bersama Pemda Kota (Pemkot) Tangerang sudah berkoordinasi dengan KPU agar menggeser TPS-TPS tersebut di lokasi yang lebih aman,” tandasnya.
Tujuannya, ucap Komarullah, agar pelaksanaan Pilkada berjalan aman dan lancar. Sehingga tingkat partisipasi masyarakat pun seperti yang diharapkan.
Mengenai tingkat kerawanan sengketa hingga terjadinya gesekan antar pendukung pasangan calon (Paslon), Komarullah mengatakan, untuk Kota Tangerang kemungkinan tersebut sangat tipis bila dibandingkan dengan daerah lain.
Justru yang patut diwaspadai, tambahnya, untuk pemilihan Gubernur Banten. Mengingat dalam pemilihan tersebut hanya terjadi dua pasang. “Ini sangat rawan, karena calonnya heat to heat,” paparnya.
Namun begitu, pihaknya sudah koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi. Selain itu juga minta kepada masing-masing pendukung atau partai pendukung agar bisa menciptakan pelaksanaan Pilkada dengan damai.
Senada pula dengan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang, Teguh Supriyanto, yang meminta kepada seluruh unsur masyarakat agar menjaga kesuksesan Pilkada.
Salah satunya, ungkap dia, dengan meningkatkan partisipasi masyarakat. “Pemilu 2024 lalu tingkat partisipasi masyarakat mencapai 80 persen, dan Pilkada kali ini harus lebih meningkat,” pungkasnya. (Cak)















