Alih-alih bukannya berhenti dan turun dari mobilnya, sang camat justru malah tancap gas menuju Wisma Tamu BRIN.
“Turun, camat turun, temuin warga mu nih yang lagi berjuang, ayo turun,” teriak massa aksi.
Massa aksi tersebut merupakan protes warga terhadap Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) yang diduga serta merta menutup Jalan Raya Puspiptek dari tanggal 6 April 2024.
Penutupan jalan tersebut tentu mempengaruhi masyarakat baik dari segi ekonomi maupun sosial.
“Roda ekonomi dan sosial masyarakat berdampak karena penutupan jalan,” ujar Koordinator Aksi Masyarakat Setu, Nurhendra di lokasi.(Eka)
Page 2 of 2















