Tangerang, HALOBANTEN.COM – Sinar Mas Land menunjukkan komitmen dalam penguatan ekosistem ekonomi nasional dengan menjadi tuan rumah rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di BSD City. Agenda utama berupa Seminar Nasional bertema “Menakar Daya Ungkit KEK ETKI Banten sebagai Kutub Pertumbuhan Ekonomi Baru” hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Banten dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Forum ini menjadi ruang sinergi antara pemerintah, insan pers, serta pelaku industri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, khususnya melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ETKI Banten.
Gubernur Banten Andra Soni membuka seminar sekaligus menegaskan posisi KEK ETKI Banten sebagai KEK pertama di Indonesia yang mengintegrasikan sektor pendidikan, teknologi, dan kesehatan dalam satu kawasan terpadu di BSD City, Kabupaten Tangerang. Menurutnya, kawasan ini menyimpan potensi sebagai pusat inovasi, ekonomi digital, teknologi terapan, pendidikan internasional, layanan kesehatan modern, hingga industri kreatif.
“KEK ETKI Banten kami harapkan mampu menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional,” ujar Andra. Ia juga berharap forum tersebut melahirkan masukan strategis dari berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat peran KEK ETKI sebagai proyek strategis nasional.
Seminar turut menghadirkan Sekjen Dewan Nasional KEK Edwin Manansang, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kementerian Kesehatan Asnawi Abdullah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Iwan Hermawan, serta Kepala BUPP KEK ETKI Banten Lindawaty Chandra. Sejumlah kepala daerah dan pejabat instansi terkait juga hadir dalam kegiatan tersebut.
HPN Perkuat Peran Pers
Edwin Manansang menilai momentum HPN memperkuat peran pers dalam mengawal transformasi ekonomi. Ia menjelaskan, KEK ETKI Banten dirancang sebagai lokomotif pertumbuhan baru melalui hilirisasi, penguatan sumber daya manusia, serta integrasi ke rantai pasok global pada sektor edukasi, teknologi, kesehatan, dan industri kreatif.
Hingga awal 2026, realisasi investasi di KEK ETKI Banten mencapai sekitar Rp1,19 triliun dengan penyerapan tenaga kerja awal sebanyak 836 orang. Target investasi jangka panjang kawasan ini mencapai Rp18,8 triliun. Edwin menegaskan, dukungan regulasi, infrastruktur, serta insentif kompetitif menjadi kunci untuk menarik investasi berkualitas dan mempercepat transformasi ekonomi menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dorong Transparansi Informasi
Kepala BUPP KEK ETKI Banten Lindawaty Chandra menambahkan, pengelola kawasan terus mendorong transparansi informasi serta literasi publik terkait pengembangan KEK. Ia menyebut, kawasan tersebut menawarkan berbagai insentif fiskal seperti tax holiday atau tax allowance, pembebasan PPN, bea masuk, serta cukai. Selain itu tersedia pula kemudahan nonfiskal berupa perizinan lebih sederhana, fasilitas imigrasi, hingga kelancaran arus barang dan tenaga kerja.
KEK ETKI Banten atau D-HUB SEZ berdiri di atas lahan seluas 59,68 hektare di BSD City. Kawasan ini fokus pada sektor edukasi, teknologi, kesehatan, dan industri kreatif dengan konsep ekosistem terintegrasi. Institusi pendidikan internasional dan nasional berperan sebagai pemasok talenta, sementara sektor digital, kesehatan, dan kreatif membuka peluang kerja baru. Pola tersebut mendorong aliran pengetahuan dan inovasi lintas sektor secara berkelanjutan.
Secara lokasi, KEK ETKI Banten berada di pusat BSD City dan terhubung dengan berbagai pusat komersial seperti The Breeze, AEON Mall BSD City, QBig, ICE BSD, BSD CBD, Green Office Park, serta Unilever Campus. Kawasan ini juga berdekatan dengan sejumlah institusi pendidikan dan fasilitas kesehatan modern.
Aksesibilitas kawasan terdukung jaringan tol Serpong–Balaraja, Jakarta–Serpong yang terkoneksi dengan JORR 1 dan JORR 2, serta akses menuju Tol Japek dan Jagorawi. Transportasi publik seperti BSD Link, feeder bus, dan KRL Commuter Line melalui Stasiun Cisauk dan Jatake turut memperkuat konektivitas. Studi pengembangan jalur MRT Lebak Bulus–Serpong juga masuk dalam rencana peningkatan akses kawasan ke depan.
(Jar Kasih)















