Kota Tangerang, HALOBANTEN.COM – Proses Pilkada serentak 2024 di Kota Tangerang mulai memanas.
Pasalnya, setelah Lembaga Survei Nasional KedaiKopi menyebutkan pasangan calon kepala daerah (Cakada) nomor urut 3, Sachrudin-Maryono Hasan unggul daripada dua pasangan lainnya, Faldo Maldini-Fadhlin Akbar dan Achmad Marullah-Bonnie Mufidjar, tim Faldo Maldini menyebutkan hasil survei tersebut tidak kredibel.
Adapun hasil dari survei itu, elektabilitas tertutup Sachrudin-Maryono memperoleh 63,8%, Faldo-Fadlin 20,2%, Amarullah-Bonnie 4,8% dan yang belum menentukan pilihan 11,2%.
Dengan begitu tim kampanye Fadlin-Akbar menyatakan, bahwa hasil survei tersebut tidak kredibel, bahkan KPU Kota Tangerang menyebutkan hasil survei tidak bisa dipertanggung jawabkan karena lembaga survei itu belum terdaftar di KPU Kota Tangerang.
Menyikapi hal itu, Ketua Tim Pemenangan Sachrudin-Maryono, Hosbeni Gonzala menjelaskan, bahwa tuduhan tim kampanye Faldo-Fadhlin merupakan bentuk dari kepanikan.
Sehingga, tambahnya, mereka melontarkan Lembaga Survei KedaiKopi tidak kredibel.
Padahal, katanya keberadaan lembaga survei tersebut sudah terdaftar di KPU dan asosiasi riset opini publik (AROPI) tingkat nasional maupun internasional.
“Kondisi ini bisa kita pahami bila tim Faldo Maldini kaget dan bersikap skeptis pada hasil survei, sehingga mereka menuduh macam-macam.” kata Hosbeni Gonzala yang akrab dipanggil Bang Degon, Rabu (16/10/2024).
Seharusnya, lanjut Degon, Tim Kampanye Faldo-Fadhlin dan KPU Kota Tangerang, tidak perlu meragukan hasil survei yang di lakukan oleh Lembaga Survei KedaiKopi.
Mengingat keberadaan lembaga survei tersebut adalah lembaga independen yang seharusnya menjadi perhatian.
Degon juga menjelaskan, tingginya angka elektabilitas Sachrudin sangat wajar. Karena yang bersangkutan merupakan tokoh yang lahir dan besar di Kota Tangerang serta kinerjanya dapat dirasakan oleh masyarakat Kota Tangerang.
“Hasil survei ini menurut saya sangat masuk akal, karena Sachrudin sendiri merupakan tokoh yang lahir dan besar di Tangerang,” ujarnya.
Ia juga, sambung Degon, telah lama mengabdi kepada masyarakat Kota Tangerang, serta kinerjanya terbukti dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Tangerang.
“Jadi, kalau memang pasangan Faldo-Fadhlin elektabilitasnya tertinggal sangat wajar, karena mereka baru berlangsung saat proses Pilkada Kota Tangerang,” paparnya
Semua itu, kata Degon, harusnya dijadikan sebagai evaluasi oleh tim Faldo-Fadhlin, jangan hanya panik dan “hore-hore” saja.
Sementara itu, tim Kampanye Faldo-Fadhlin, Andreas Pamungkas saat dikonfirmasi masalah tersebut melalui aplikasi WhatsAppnya tidak enggan merespon. (Cak)















