JAKARTA, HALOBANTEN.COM – Drama seputar ijazah Presiden Jokowi kembali mencuat ke permukaan, kali ini dengan Roy Suryo sebagai sorotan utama.
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga dikenal sebagai pakar digital ini meluapkan kekecewaannya terhadap Bareskrim. Menurut Roy, proses penyelidikan dugaan ijazah palsu Jokowi dinilai terlalu tertutup, layaknya “ujian susulan yang tak boleh ada saksi mata.”
Roy Suryo bahkan berencana melaporkan penyidik Bareskrim ke lembaga pengawas. Ia berpendapat bahwa seharusnya gelar perkara dilakukan secara transparan, mirip sebuah “konser amal” di mana ijazah ditampilkan, para pakar diundang, dan publik bisa melihat langsung dokumennya. Namun, yang didapatkannya hanyalah hasil scan fotokopi yang terlipat, yang justru menambah kebingungan publik.
Kecurigaan Roy semakin menjadi-jadi lantaran ijazah asli yang diserahkan melalui ipar Jokowi dikembalikan dengan sangat cepat.
“Wartawan saja belum sempat memotret, sudah pulang kampung,” ujarnya kesal. Ditambah lagi, identitas pemilik dokumen pembanding yang digunakan penyidik pun misterius, memicu spekulasi Roy: “Jangan-jangan ini fotokopi bareng, cetakan kemarin sore.”
Presiden Jokowi sendiri akhirnya angkat bicara menanggapi kegaduhan ini. Dengan nada tenang, ia menyentil balik bahwa jika Roy sampai melaporkan penyidik, hal itu menunjukkan ketidakpercayaan terhadap lembaga negara sendiri.
“Kalau lembaga publik sudah tidak dipercaya, ya nanti siapa lagi?” tanya Jokowi.
Debat mengenai ijazah ini memang semakin panjang, namun satu hal yang jelas: di antara semua dokumen pendidikan yang pernah menjadi polemik di negeri ini, hanya ijazah Presiden Jokowi yang mampu mengubah lanskap politik Indonesia menjadi seolah “drama Korea.” (*/bbs)















