Jakarta, HALOBANTEN.COM – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Papua Nugini yang terjadi pada Jumat (24/5/2024).
“KBRI Port Moresby telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan komunitas WNI. Sejauh ini, tidak terdapat informasi adanya korban WNI dalam bencana tersebut,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha melalui pesan singkat, Minggu (26/5/2024).
Judha menegaskan bahwa KBRI Port Moresby akan terus memantau situasi di lapangan pasca bencana.
Bagi WNI di Papua Nugini yang membutuhkan bantuan, KBRI Port Moresby dapat dihubungi melalui nomor telepon +67573963011.
Perkiraan Korban Tewas Meningkat
Sementara itu, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) memperkirakan jumlah korban tewas akibat tanah longsor di Papua Nugini mencapai 670 jiwa. Angka ini melonjak drastis dari perkiraan awal sekitar 100 orang.
Upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan, namun optimisme mulai memudar.
Tim penyelamat dan kerabat korban berpacu dengan waktu untuk menemukan orang-orang yang masih mungkin selamat.
Kondisi tanah yang tidak stabil dan ancaman peperangan antarsuku di wilayah tersebut semakin mempersulit proses penyelamatan.
Pemerintah pusat Papua Nugini saat ini mempertimbangkan untuk meminta bantuan internasional secara resmi.
Hal ini dilakukan karena tim penyelamat di lapangan dihadapkan pada situasi yang sangat sulit dan kemungkinan menemukan korban selamat semakin tipis. (Red)































